Agen Poker Agen Ceme

Agen Poker Online Agen Domino99

Sunday, November 19, 2017

Goyangan Di Penginapan

Goyangan Di Penginapan



Perbedaan umur kami sekitar 8 tahun, dan dia baru saja lulus dari univ swasta terkenal di Jakarta. Kami kenalan pada saat aku sedang mempersiapkan acara untuk perpisahan kelas 3 di SMA-ku. SMAku di kawasan Jakarta Barat. Dan pada saat itu Andre sedang menemani adiknya yang kebetulan panitia perpisahan SMA kami. Pada saat itu Andre hanya melihat-lihat persiapan kami dan duduk di ruangan sebelah.
Oh ya, sampai lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan nama panggilanku Luna. umurku 18 tahun (SMA kelas 3). Tinggiku luLunan sekitar 168 cm dan warna kulitku kuning bersih. Rambutku pendek sebahu, dan dadaku tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga. Sangat proporsional antara tinggi dan berat badanku. Kata orang-orang aku sangat cocok untuk seorang model. Dan aku belum mempunyai pacar. Aku anak ke 3 dari 4 bersaudara dan semua perempuan.
Kakak-kakakku semua sudah mempunyai pacar, kecuali adikku yang paling kecil kelas dua SMP. OK dilanjut ya
Akhirnya pada saat istirahat siang, inilah pertama kalinya kami ngobrol-ngobrol. Dan pada saat kenalan tersebut kami sempat menukar nomor telepon rumah. Kira -kira 3 hari kemudian, Andre menelepon ke rumahku
“Hallo selamat sore, bisa bicara dengan Luna, ini dari Andre.”
“Ada apa, kok tumben mau nelepon ke sini, aku kira sudah lupa.”
“Gimana kabar kamu, mana mungkin aku lupa. Hmm, Na ada acara nggak malam minggu ini.”
Aku sempat kaget Andre mengajakku keluar malam minggu ini. Padahal baru beberapa hari ini kenalan tapi dia sudah berani mengajakku keluar. Ah, biarlah, cowok ini memang idamanku kok.
“Hmmm… belum tau, mungkin nggak ada, dan mungkin juga ada,” jawabku.
“Kenapa bisa begitu,” balas Andre.
“Ya, kalaupun ada bisa dibatalin seandainya kamu ngajak keluar, dan kalo batal acaranya aku bakalan akan nggak terima telpon kamu lagi,” balasku lagi.
“Ooo begitu, kalau gitu aku jemputnya ke rumahmu, sabtu sore, kita jalan-jalan aja. Di mana alamat rumahmu.”
Kemudian aku memberikan alamat rumahku di kawasan Maruya. Dan ternyata rumah Andre tidak begitu jauh dari rumahku. Ya, untuk seukuran Jakarta, segala sesuatunya dihitung dengan waktu bukan jarak.
Tepat hari sabtu sore, Andre datang dengan kendaraan dan parkir tepat di depan rumahku. Setelah tiga puluh menit di rumah, ngobrol -ngobrol dan pamitan dengan orang rumah, akhirnya kami meninggalkan rumah dan belum tahu mau menuju ke mana. Di dalam mobil kami berdua, ngobrol sambil ketawa-ketawa dan tiba-tiba Andre menghentikan mobilnya tepat di lapangan tenis yang ada di kawasan Jakarta Barat.
“Na, kamu cantik sekali hari ini, boleh aku mencium kamu,” bisik Andre mesra.
“Drea, apa kita baru aja kenalan, dan kamu belum tau siapa aku dan aku belum tau siapa kamu sebenarnya, jangan-jangan kamu sudah punya pacar.”
“Kalo aku sudah punya pacar, sudah pasti malam minggu ini aku ke tempat pacarku.”
“Drea, terus terang semenjak pertama kali melihat kamu aku langsung tertarik.”
Tiba-tiba tangan Andre memegang tanganku dan meremasnya kuat -kuat.”Aku juga Na, begitu melihat kamu langsung tertarik.”
Dan Andre menarik tanganku hingga badanku ikut tertarik, lalu Andre memelukku erat-erat dan mencium rambutku hingga telingaku. Aku merinding dan tiba-tiba tanpa kusadari bibir Andre sudah ada di depan mataku. Dan pelan-pelan Andre mencium bibirku. Pertama-tama, sempat kulepaskan. Karena inilah pertama kali aku dicium seorang laki-laki. Dan tanpa pikir panjang lagi, aku yang langsung menarik badan Andre dan mencium bibirnya. Ciuman Andre sepertinya sudah ahli sekali dan membuatku begitu bernafsu untuk menarik lidahnya. Oh.. betapa nikmatnya malam ini. Dan, lama-kelamaan tangan Andre mulai meraba sekitar dadaku.
“Jangan Drea, aku tidak mau secepat ini, lagi pula kita melakukannya di depan jalan, aku malu Drea,” jawabku.
Sebenarnya aku ingin dadaku diremas oleh Andre karena aku sudah mengidam-idamkan dan sudah membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya.
“Na, bagaimana kalau kita nonton aja. Sekarang masih jam setengah delapan dan film masih ada kok.”
Akhirnya aku setuju. Di dalam bioskop kami mencari tempat posisi yang paling bawah. Andre sepertinya sudah sangat pengalaman dalam memilih tempat duduk. Dan begitu film diputar, Andre langsung melumat bibirku yang tipis. Lidah kami saling beradu dan aku membiarkan tangan Andre meraba di sekitar dadaku. Walaupun masih ditutupi dengan baju.
Tiba-tiba Andre membisikkan sesuatu di telingaku, “Na, kamu membuat nafsuku naik.”
“Aku juga Drea,” balasku manja.
Dan Andre menarik tanganku dan mengarahkan tanganku ke arah penisnya. “Astaga,” pikirku. Ternyata diluar dugaanku, penis Andre sudah sangat tegang sekali. Dan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang pertama kali ini. “Teruskan Na, remas yang kuat dan lebih kuat lagi.” Tak lama kemudian, tangan Andre sudah berhasil membuka bajuku. Kebetulan saat itu aku memakai kemeja kancing depan. Sehingga tidak terlalu susah untuk membukanya.
Kebetulan aku memakai BH yang dibuka dari depan.
Akhirnya tangan Andre berhasil meremas susuku yang baru pertama kali ini dipegang oleh seseorang yang baru kukenal. Andre meremasnya dengan lembut sekali dan sekali-kali Andre memegang puting susuku yang sudah keras.
“Teruskan Drea, aku enak sekali..” Dan tanpa sengaja aku pun sudah membuka reitsleting celananya, yang pada saat itu memakai celana kain. “Astaga,” pikirku sekali lagi, tanganku dibimbing Andre untuk memasuki celana dalam yang dipakainya. Dan sesaat kemudian aku sudah meremas-remas penis Andre yang sangat besar. Kami saling menikmati keadaan di bioskop waktu itu. “Teruskan Drea, aku enak sekali..” Tidak terasa film yang kami tonton berlalu dengan cepat. Dan akhirnya kami keluar dengan perasaan kecewa.
“Kita langsung pulang ya Na sudah malam,” pinta Andre.
“Drea, sebenarnya aku belum mau pulang, lagian biasanya kakak-kakakku kalau malam mingguan pulangnya jam 11:30 malam, sekarang masih jam 10:15, kita keliling-keliling dulu ya.” bisikku mesra.
Sebenarnya dalam hatiku ingin sekali mengulang apa yang sudah kami lakukan tadi di dalam bioskop. Namun rasanya tidak enak bila kukatakan pada Andre. Mudah-mudahan Andre mengerti apa yang kuinginkan.
“Ya, sudah kita jalan-jalan ke senayan aja, sambil ngeliat orang-orang yang lagi bingung juga,” balas Andre dengan nada gembira. Sampai di senayan, Andre memarkirkan mobilnya tepat di bawah pohon yang jauh dari mobil lainnya. Dan setelah Andre menghentikan mobilnya, tiba-tiba Andre langsung menarik wajahku dan mencium bibirku. Kelihatannya Andre begitu bernafsu melihat bibirku. Sebenarnya inilah waktu yang kutunggu-tunggu. Kami saling melumat bibir dan permainan lidah yang kami lakukan membuat gairah kami tidak terbendung lagi.
Tiba-tiba Andre melepaskan ciumannya.
“Na, aku ingin mencium susumu, bolehkan..”
Tanpa berkata sedikit pun aku membuka kancing kemejaku dan membuka kaitan BH yang kupakai. Terlihat dua gundukan yang sedang mekar -mekarnya dan aku membiarkannya terpandang sangat luas di depan mata Andre. Dan kulihat Andre begitu memperhatikan bentuk bulatan yang ada di depan matanya. Memang susuku belum begitu tumbuh secara keseluruhan, tapi aku sudah tidak sabar lagi untuk dicium oleh seorang lelaki.
“Na, apa ini baru pertama kali ada yang memegang yang menciumi susumu,” bisik Andre.
“Iya, Drea, baru kamu yang pertama kali, aku memberikan ke orang yang benar -benar aku inginkan,” balasku manja.
Tak lama kemudian, Andre dengan lembutnya menciumi susuku dan memainkan lidahnya di seputar puting susuku yang sedang keras. Aduh enak sekali rasanya. Inilah waktu yang tunggutunggu sejak lama. Nafsuku langsung naik pada saat itu.
“Jangan berhenti Drea, teruskan ya… aku enak sekali..” Dan tanganku pun dibimbing Andre untuk membuka reitsleting celananya. Dan aku membukanya.
Kemudian Andre mengajak pindah tempat duduk dan kami pun pindah di tempat duduk belakang. Sepertinya di belakang kami bisa dengan leluasa saling berpelukan. Baju kemejaku sudah dilepas oleh Andre dan yang tertinggal hanya BH yang masih menggantung di lenganku. Reitsleting celana Andre sudah terbuka dan tiba-tiba Andre menurunkan celananya dan terlihat jelas ada tonjolan di dalam celana dalam Andre. Dan Andre menurunkan celana dalamnya. Terlihat jelas sekali penis Andre yang besar dan berwarna kecoklatan. Ditariknya tanganku untuk memegang penisnya. Dan aku tidak melepaskan kesempatan tersebut. Andre masih terus menjilati susuku dan sekali-kali Andre menggigit puting susuku.
“Drea, teruskan ya… jilat aja Drea, sesukamu..” desahku tak karuan.
Sementara aku masih terus memegang penis Andre. Dan sepertinya Andre makin bernafsu dengan permainan seksnya. Akhirnya Andre sudah tidak tahan lagi.
“Na, kamu isap punyaku ya… mau nggak?”
“Isap bagaimana..”
“Tolong keluarin punyaku di mulutmu.”
Sebenarnya aku masih bingung, tapi karena penasaran apa yang dimaui Andre, maka aku menurut saja apa permintaannya. Dan Andre merubah posisi duduknya, Andre menurunkan kepalaku hingga aku berhadapan langsung dengan kepunyaan Andre.
“Drea, besar sekali punyamu.”
“Langsung aja Na, aku sudah tidak tahan..”
Aku langsung mengulum pelan-pelan kepunyaan Andre. Inilah pertama kali aku melihat, memegang dan mengisap dalam satu waktu. Aku menjilati dan kadang kutarik dalam mulutku kepunyaan Andre. Sekali-kali kujilati dengan lidahku. Dan sekali-kali juga kujilati dan kuisap buah kepunyaan Andre. Aku memang menikmati yang namanya penis. Mulai dari atas turun ke bawah. Dan kuulangi lagi seperti itu. Dan kepala penis kepunyaan Andre aku jilatin terus. Ah… benar-benar nikmat.
Sekitar lima menit aku menikmati permainan punya Andre, tiba-tiba, Andre menahan kepalaku dan menyuruhku mengisap lebih kuat. “Terus Na, jangan berhenti, terus isap yang kuat, aku sudah tidak tahan lagi..” Dan tidak lama setelah itu, Andre mengerang keenakan dan tanpa sadar, keluar cairan berwarna putih dari penis Andre. Apakah ini yang namanya sperma, pikirku. Dalam keadaan masih keluar, aku tidak bisa melepaskan penis Andre dari mulutku, aku terus mengisap dan menyedot sperma yang keluar dari penis Andre.
Ah… rasa dan aromanya membuatku ingin terus menikmati yang namanya sperma. Aku pun tidak bisa melepaskan kepalaku karena ditahan oleh Andre. Aku terus melanjutkan isapanku dan aku hanya bisa melebarkan mulutmu dan sebagian cairan yang keluar tertelan di mulutku. Dan Andre kelihatan sudah enak sekali dan melepaskan tangannya dari kepalaku.
“Na, aku sudah keluar, banyak ya..”
“Banyak sekali Drea, aku tidak sanggup untuk menelan semuanya, karena aku belum biasa.”
“Tidak apa-apa Na..”
Kemudian Andre mengambil cairan yang terbuang di sekitar penisnya dan menaruh ke susuku. Aku pun memperhatikan kelakuan Andre. Dan Andre mengelus-elus susuku. Akhirnya jam sudah tepat jam 11 malam. Dan aku diantar oleh Andre tepat jam 11 lewat 35 menit. Karena besoknya kami berjanji akan ketemu lagi. Malamnya entah mengapa aku sangat sulit sekali tidur. Karena pengalamanku yang pertama membuatku penasaran, entah apa yang akan kulakukan lagi bersama Andre esoknya.Dan, malam itu aku masih teringat akan penis Andre yang besar dan aroma sperma serta ingin rasanya aku menelan sekali lagi. Ingin cepat-cepat kuulangi lagi peristiwa malam itu.
Besoknya dengan alasan ada pertemuan panitia perpisahan, aku akhirnya bisa keluar rumah.Akhirnya sesuai jam yang sudah ditentukan, Andre menjemputku dan Andre membawaku ke suatu tempat yang masih teramat asing buatku.
“Tempat apa ini Drea,” tanyaku.
“Na, ini tempat kencan, daripada kita kencan di mobil lebih bagus kita ke sini aja, dan lebih
aman dan tentunya lebih leluasa. Kamu mau.”
“Entahlah Drea, aku masih takut tempat seperti ini.”
“Kamu jangan takut, kita tidak keluar dari mobil. Kita langsung menuju kamar yang kita pesan.”
Dan sampai di garasi mobil, kami keluar, dan di garasi itu hanya ada satu pintu. Sepertinya pintu itu menuju ke kamar. Benar dugaanku. Pintu itu menuju ke kamar yang sudah dingin dan nyaman sekali, tidak seperti yang kubayangkan. Terlihat ada kulkas kecil, kamar mandi dengan shower, dan TV 21, dan tempat tidur untuk kapasitas dua orang.
“Luna, kita santai di sini aja ya… mungkin sampai sore atau kita pulang setelah magrib nanti, kamu mau..” pinta Andre.
“Aku setuju saja Drea, terserah kamu.”
Setelah makan siang, kami ngobrol-ngobrol dan Andre membaringkan badanku di tempat tidur. “Na, kamu mau kan melakukannya sekali lagi untukku.” Aku setuju. Sebenarnya inilah yang membuatku berpikir malamnya apa yang akan kami lakukan berikutnya. Andre berdiri di depanku, dan melepaskan kancing kemejanya satu persatu, dan membuka celana panjang yang dipakainya. Terlihat sekali lagi dan sekarang lebih jelas lagi kepunyaan Andre daripada malam kemarin. Ternyata kepunyaan Andre lebih besar dari yang kubayangkan. Dan, dalam sekejap Andre sudah terlihat bugil di depanku.
Andre memelukku erat-erat dan membangunkanku dari tempat tidur. Sambil mencium bibirku, Andre menarik ke atas baju kaos ketat yang kupakai. Dan memelukku sambil melepaskan ikatan BH yang kupakai. Dan pelan-pelan tangan Andre mengelus susuku yang sudah keras. Dan lama -kelamaan tangan Andre sudah mencapai reitstleting celanaku dan membuka celanaku. Dan menurunkan celana dalamku. Aku masih posisi berdiri, dan Andre jongkok tepat di depan vaginaku. Andre memandangku dari arah bawah. Sambil tangannya memeluk pahaku.
“Na, bodi kamu bagus sekali.”
Andre sekali lagi memperhatikan bulu-bulu yang tidak terlalu lebat dan menciumi aroma vaginaku.
“Na, seandainya hari ini perawanmu hilang, kamu bagaimana.”
“Terserah kamu Drea, aku tidak peduli tentang perawanku, aku ingin menikmati hari ini, denganmu berdua, dan aku kepengen sekali melakukannya denganmu..” Akhirnya aku pasrah apa yang dilakukan oleh Andre.
Kemudian Andre meniduriku yang sudah tidak memakai apa-apa lagi. Kami sudah sama-sama bugil. Dan tidak ada batasan lagi antara kami. Andre bebas menciumiku dan aku juga bebas menciumi Andre. Kami melakukannya sama-sama dengan nafsu kami yang sangat besar. Baru pertama kali ini aku melakukannya seperti hubungan suami istri. Andre menciumi seluruh tubuhku mulai dari atas turun ke bawah. Begitu bibir Andre sampai di vaginaku yang sudah sangat basah, terasa olehku Andre membuka lebar vaginaku dengan jari-jarinya.
Ah… nikmat sekali. Seandainya aku tahu senikmat ini, ingin kulakukan dari dulu. Ternyata Andre sudah menjilati klitorisku yang panjang dan lebar. Dengan permainan lidahnya di vaginaku dan tangan Andre sambil meremas susuku dan memainkan putingku, aku rasanya sudah sangat enak sekali. Sepertinya tidak kusia-siakan kenikmatan ini tiap detik. Andre sekali-kali memasukan jarinya ke vaginaku dan memasukkan lidahnya ke vaginaku.
Akhirnya dengan nafsu yang sudah tidak bisa kutahan lagi, kukatakan pada Andre.
“Drea, masukkan punyamu ke punyaku ya… masukannya pelan -pelan,” pintaku.
Andre lalu bangkit dari arah bawah. Dan menciumi bibirku.
“Na, kamu sudah siap aku masukkan, apa kamu tidak menyesal nantinya.”
“Tidak Drea, aku tidak menyesal. Aku sudah siap melakukannya.”
Lalu Andre melebarkan kakiku dan terlihat jelas sekali punya Andre yang sangat besar sudah siap-siap untuk masuk ke punyaku. Vaginaku sudah basah sekali. Dan kubimbing penis Andre agar tepat masuk di lubang vaginaku. Pertama-tama memang agak sakit, tapi punyaku sepertinya sudah tidak terasa lagi akan sakit yang ada, lebih banyak nikmatnya yang kurasakan. Dengan dorongan pelan dan pelan sekali, akhirnya punya Andre berhasil masuk ke dalam lorong kenikmatanku.
“Oh… enak sekali,” jeritku.
Terasa seluruh lorong dan dinding vaginaku penuh dengan penis besar kepunyaan Andre. Dengan sekali tekan dan dorongan yang sangat keras dari penis Andre, membuat hari itu aku sudah tidak perawan lagi. Andre membisikkan sesuatu di telingaku, “Na, kamu sudah tidak perawan lagi.”
“Ngga apa-apa Drea, jangan dilepas dulu ya…”
“Terus Drea, goyang lebih kencang, aku enak sekali..” Dengan posisi aku di bawah, Andre di atas, kami melakukannya lama sekali. Andre terus menciumi susuku yang sudah keras, penis Andre masih terbenam di vaginaku. Akhirnya puncak kenikmatanku yang pertama keluar juga.
“Andre sepertinya aku sudah tidak tahan lagi… aku mau keluar.”
“Keluarin terus Na, aku tidak akan melepaskan punyaku.”
“Drea, aku tidak tahan lagi… a..ahh… aaahh.. aku keluar Drea, aku keluar.. keluar Drea..enaak sekali, jangan berhenti, teruskan… aaaa… aaaa..” Pada saat orgasme yang pertama, Andre langsung menciumi bibirku. Oh… benar -benar luar biasa sekali enaknya.
Akhirnya aku menikmati kehangatan punya Andre dan aku masih memeluk badan Andre. Walaupun udara di kamar itu sangat dingin, tapi hawa yang kami keluarkan mengalahkan udara dingin.
“Na, aku masih mau lagi, tidak akan kulepaskan… sekarang aku mau posisi enam sembilan. Kamu isap punyaku dan aku isap punyamu.”
Kemudian kami berubah posisi ke enam sembilan. Andre bisa sangat jelas mengisap punyaku. Dan kelihatan kliotorisku yang sangat besar dan panjang.
“Na punyamu lebar sekali.”
“Isap terus Drea, aku ingin mengeluarkan sekali lagi dan berkali-kali.”
Aku terus mengisap punya Andre sementara Andre terus menjilati vaginaku dan kami melakukannyasangat lama sekali. Penis Andre yang sudah sangat keras sekali membuatku bernafsu untuk melawannya. Dan permainan mulut Andre di vaginaku juga membuatku benar-benar terangsang dan sepertinya saat-saat seperti ini tidak ingin kuakhiri.
“Drea… aku mau keluar lagi… aku tidak tahan lagi honey…”
“Tahan sebentar Na, aku juga mau keluar..”
Tiba-tiba Andre langsung merubah posisi. Aku di bawah dan dia di atas. Dengan cepat Andre melebarkan kakiku, dan oh.. ternyata Andre ingin memasukkan penisnya ke vaginaku. Dan sekali lagi Andre memasukkan penisnya ke vaginaku. Walaupun masih agak sulit, tapi akhirnya lorong kenikmatanku dapat dimasuki oleh penis Andre yang besar.
“Dorong yang keras Drea, lebih keras lagi,” desahku. Andre menggoyangan badannya lebih cepat lagi.
“Iya Drea, seperti itu… terus… aaa..aaa… enak sekali, aku mau melakukannya terusmenerus denganmu..”
“Na, aku sudah tidak tahan lagi… aku mau keluar…”
“Aku juga Drea, sedikit lagi, kita keluar sama -sama ya… aaa..”
“Na… aku keluar..”
“Aku juga Drea… aaa… aa… terasa Drea, terasa sekali hangat spermamu..”
“Aduh, Na… goyang terus Na, punyaku lagi keluar…”
“Aduh Drea… enak sekali…”
Bibirku langsung menciumi bibir Andre yang lagi dipuncak kenikmatan. Tak lama kemudian kami sama-sama terdiam dan masih dalam kehangatan pelukan. Akhirnya kami mencapai kenikmatan yang luar biasa. Dan sama-sama mengalami kenikmatan yang tidak bisa diukur.
“Na… spermaku sekarang ada di dalam punyamu.”
“Ia Drea…”
Tidak lama kemudian, Andre membersihkan cairan spermanya di vaginaku.
“Na, kalo kamu hamil, aku mau bertanggungjawab.”
“Iya Drea..” jawabku singkat.
Akhirnya kami mandi sama-sama. Di kamar mandi kami melakukannya sekali lagi, dan aku mengalami kenikmatan sampai dua kali. Sekali keluar pada saat Andre menjilati vaginaku dan sekali lagi pada saat Andre memasukkan penisnya ke vaginaku. Andre pun mengalami hal yang sama. Bacaan sex top: Pesta Sex Anak SMP yang Meriah
Sorenya kami melakukannya sekali lagi. Kali melakukannya berulang kali. Dan istirahat kami hanya sebentar, tidak sampai satu jam kami sudah melakukannya lagi. Benar-benar luar biasa. Aku pun tidak tahu kenapa nafsuku begitu bergelora dan tidak mau berhenti. Kalau dihitunghitung dalam melakukan hubungan badan, aku sudah keluar 8 kali orgasme. Dan kalau hanya sekedar diisap oleh Andre hanya 3 kali. Jadi sudah 11 kali aku keluar. Sementara Andre sudah 7 kali.
Malamnya tepat jam 8.30 kami keluar dari penginapan. Padahal jika dipikir-pikir, hanya dalam waktu dua hari saja aku sudah melepaskan keperawananku ke seseorang. Dan sampai sekarang hubunganku dengan Andre bukan sifatnya pacaran, tapi hanya bersifat untuk memuaskan nafsu saja. Dan, baru kali ini aku bisa merasakan tidur yang sangat pulas sesampainya di rumah.
Besoknya aku harus sekolah seperti biasa dan tentunya dengan perasaan senang dan ingin melakukannya berkali-kali. Seperti biasa setiap tanggal 20, aku datang bulan. Dan kemarin (tanggal 20 Februari 2001) ini aku masih dapat. Aku langsung menelepon Andre sepulang dari sekolah.
“Drea, aku dapat lagi, dan aku tidak hamil.”
“Iya Na… syukurlah…”
“Drea, aku ingin melakukannya sekali lagi, kamu mau Drea..”
Dan, ternyata kami bisa melakukannya di mana saja. Kadang aku mengisap penis Andre sambil Andre menyetir mobil yang lagi di jalan tol. Dan setelah cairan sperma Andre keluar yang tentunya semua kutelan, karena sudah biasa, setelah itu tangan Andre memainkan vaginaku. Kadang juga sebelum pulang aku tidak lagi mencium bibir Andre, tapi aku mengisap kepunyaan Andre sebelum turun dari mobil, hanya sekitar 2 menit, Andre sudah keluar. Dan aku masuk rumah masih ada sisa-sisa aroma sperma di mulutku.
Di tiap pertemuan kami berdua selalu saling mengeluarkan. Jika kami ingin melakukan hubungan badan, biasanya kami menyewa penginapan dari siang sampai sore dan hanya dilakukan tiap hari sabtu karena pada saat itu sepulang sekolah Andre langsung mengajakku ke penginapanSITUS POKER ONLINE TERPERCAYA AGEN POKER INDONESIA AGEN JUDI POKER TERBAIK BANDAR DOMINOQQ AGEN CAPSA ONLINE LIVE POKER INDONESIA AGEN CEME JUDI POKERAgen Poker Indonesia

No comments:

Post a Comment