Agen Poker Agen Ceme

Agen Poker Online Agen Domino99

Tuesday, July 18, 2017

Sex Pemuas Nafsu Bu Dosen


Beritasexterkini - Saat aku membuka pintu rumahnya, aku agak terbelalak karena dia memakai gaun tidur yang tipis, sehingga terlihat payudara yang menyumbul keluar. Saat kuperhatikan, ternyata dia tidak memakai BH. Terlihat saat itu buah dadanya yang masih tegar berdiri, tidak turun. Putingnya juga terlihat besar dan kemerahan, sepertinya memiliki ukuran sekitar 36B.

Sewaktu sedang memperhatikan Dosenku itu, aku kepergok oleh pembantunya yang ternyata dari tadi memperhatikanku. Sesaat aku jadi gugup, tetapi kemudian pembantu itu malah mengedipkan matanya padaku, dan selanjutnya ia memberikan minuman padaku. Saat ia memberi minum, belahan dadanya jadi terlihat (karena pakaiannya agak pendek), dan sama seperti dosenku ukurannya juga besar. Kemudian dosenku yang sudah duduk di depanku berkata, (mungkin karena aku melihat belahan dada pembantu itu)

“Kamu pingin ya ‘nyusu’ sama buah dada yang sintal?”

Aku pun tergagap dan menjawab, “Ah… enggak kok Bu..!”

“Nggak papa kok kalo kamu pingin, Ibu juga bersedia nyusuin kamu.” Katanya.

Mungkin karena ia aku anggap bercanda, aku bilang saja, “Oh.., boleh juga tuh Bu..!”

Tanpa diduga, ia pun mengajakku masuk ke ruang kerjanya. Setelah kami masuk ke ruangannya, ia berkata, “Indra, tolong liatin ada apaan sih nih di punggung Ibu..!”

Kemudian aku menurut saja, aku lihat punggungnya. Karena tidak ada apa-apa, aku bilang, “Nggak ada apa-apa kok Bu..!”

Tanpa disangka, ia malah membuka semua gaun tidurnya, dengan tetap membelakangiku. Aku lihat punggungnya yang begitu mulus dan putih. Kemudian ia menarik tanganku ke payudaranya, oh sungguh kenyal dan besar. Kemudian aku merayap ke putingnya, dan benar perkiraan aku, putingnya besar dam masih keras. Kemudian ia membalikkan tubuhnya, ia tersenyum sambil membuka celana dalamnya. Terlihat di sekitar kemaluannya ditumbuhi bulu yang lebat.

“Kenapa Ibu membuka baju..?” tanyaku.

“Sudah.., tenang saja! Pokoknya puaskan aku malam ini, kalau perlu hingga pagi.” Katanya.


Karena aku ingin juga merasakan tubuhnya, aku pun tanpa basa-basi terus menciuminya dan juga buah dadanya. Aku hisap hingga ia merasa kegelian. Kemudian ia membuka pakaianku, ia pun terbelalak saat ia melihat batang kejantananku.

“Oh, sangat besar dan panjang..!”

Dosenku pun sudah mulai terlihat atraktif, ia mengulum penisku hingga biji kemaluanku.

“Ah.. ahh Bu… enak sekali, terus Bu, aku belum pernah dihisap seperti ini..!” desahku.

Karena dipuji, ia pun terus semangat memaju-mundurkan mulutnya. Aku juga meremas-remas terus buah dadanya, nikmat sekali kata dosenku. Kemudian ia mengajakku untuk merubah posisi menjadi 69. Aku terus menjilati vaginanya dan terus memasukkan jariku.

“Ah.. Indra, aku udah nggak kuat nih..! Cepet masukin kontolmu..!” katanya.

“Baik Bu..!” jawabku sambil mencoba memasukkan batang kemaluanku ke liang senggamanya.

“Ah.., ternyata sempit juga ya Bu..! Jarang dimasukin ya Bu..?” tanyaku.

“Iya Ndra, suami Ibu jarang bercinta dengan Ibu, karena itu Ibu belum punya anak, dia juga sebentar permainannya.” jawabnya.

Kemudian ia terus menggelinjang-gelinjang saat dimasukkannya penisku sambil berkata, “Ohh… ohhh… besar sekali penismu, tidak masuk ke vaginaku, ya Ndra..?”

“Ah nggak kok Bu..” jawabku sambil terus berusaha memasukkan batang keperkasaanku.

Kemudian, untuk melonggarkan lubang vaginanya, aku pun memutar-mutar batang kemaluanku dan juga mengocok-ngocoknya dengan harapan melonggarkan liangnya. Dan betul, lubang senggamanya mulai membuka dan batang kejantananku sudah masuk setengahnya.

“Ohhh… ohhh… Terus Ndra, masukin terus, jangan ragu..!” katanya memohon.


Setelah memutar dan mengocok batang kejantananku, akhirnya masuk juga semua rudalku kedalam liang kewanitaannya.

“Oohh pssfff… aha hhah.. ah…” desahnya yang diikuti dengan teriakannya, “Oh my good..! Ohhh..!”

Aku pun mulai mengocok batang kemaluanku keluar masuk. Tidak sampai semenit kemudian, dosenku sudah mengeluarkan cairan vaginanya.

“Oh Indra, Ibu keluar…” terasa hangat dan kental sekali cairan itu.

Cairan itu juga memudahkan aku untuk terus memaju-mundurkan batang keperkasaanku. Karena cairan yang dikeluarkan terlalu banyak, terdengar bunyi, “Crep.. crep.. sleppp.. slepp..” sangat keras. Karena aku melakukannya sambil menghadap ke arah pintu, sehingga terdengar sampai ke luar ruang kerjanya.

Saat itu aku sempat melihat pembantunya mengintip permainan kami. Ternyata pembantu itu sedang meremas-remas payudaranya sendiri, mungkin karena bernafsu melihat permainan kami. Oh, betapa bahagianya aku sambil terus mengocok batang keperkasaanku maju mundur di liang vagina dosenku. Aku juga melihat tontonan gratis ulah pembantunya yang masturbasi sendiri, dan baru kali ini aku melihat wanita masturbasi.

Setelah 15 menit bermain dengan posisi aku berada di atasnya, kemudian aku menyuruh dosenku pindah ke atasku sekarang. Ia pun terlihat agresif dengan posisi seperti itu.

“Aha.. ha.. ha…” ia berkata seperti sedang bermain rodeo di atas tubuhku.

15 menit kemudian ia ternyata orgasme yang kedua kalinya.

“Oh, cepat sekali dia orgasme, padahal aku belum sekalipun orgasme.” batinku.

Kemudian setelah orgasmenya yang kedua, kami berganti posisi kembali. Ia di atas meja, sedangkan aku berdiri di depannya. Aku terus bermain lagi sampai merasakan batas dinding rahimnya.

“Oh.. oh.. Indra, pelan-pelan Ndra..!” katanya.

Kelihatannya ia memang belum pernah dimasukkan batang kemaluan suaminya hingga sedalam ini. 15 menit kemudian ia ternyata mengalami orgasme yang ketiga kalinya.

“Ah Indra, aku keluar, ah… ah… ahhh… nikmat..!” desahnya sambil memuncratkan kembali cairan kemaluannya yang banyak itu.


Setelah itu ia mengajak aku ke bath-tub di kamar mandinya. Ia berharap agar di bath-tub itu aku dapat orgasme, karena ia kelihatannya tidak sanggup lagi membalas permainan yang aku berikan. Di bath-tub yang diisi setengah itu, kami mulai menggunakan sabun mandi untuk mengusap-usap badan kami. Karena dosenku sangat senang diusap buah dadanya, ia terlihat terus-terusan menggelinjang. Ia membalasnya dengan meremas-remas buah kemaluanku menggunakan. Setelah 15 menit kami bermain di bath-tub, kami akhirnya berdua mencapai klimaks yang keempat bagi dosenku dan yang pertama bagiku.

“Oh Indra, aku mau keluar lagi..!” katanya.

Setelah terasa penuh di ujung kepala penisku, kemudian aku keluarkan batang kejantananku dan kemudian mengeluarkan cairan lahar panas itu di atas buah dadanya sambil mengusap-usap lembut.

“Oh Indra, engkau sungguh kuat dan partner bercinta yang dahsyat, engkau tidak cepat orgasme, sehingga aku dapat orgasme berkali-kali. ini pertama kalinya bagiku Indra. Suamiku biasanya hanya dapat membuatku orgasme sekali saja, kadang-kadang tidak sama sekali.” ujar dosenku.

Kemudian karena kekelalahan, ia terkulai lemas di bath-tub tersebut, dan aku keluar ruang kerjanya masih dalam keadaan bugil mencoba mengambil pakaian aku yang berserakan di sana.


Di luar ruang kerjanya, aku lihat pembantu dosenku tergeletak di lantai depan pintu ruangan itu sambil memasukkan jari-jarinya ke dalam vaginanya. Karena melihat tubuh pembantu itu yang juga montok dan putih bersih, aku mulai membayangkan bila aku dapat bersetubuh dengannya. Yang menarik dari tubuhnya adalah karena buah dadanya yang besar, sekitar 36D. Akhirnya aku pikir, biarlah aku main lagi di ronde kedua bersama pembantunya. Pembantu itu pun juga tampaknya bergairah setelah melihat permainanku dengan majikannya.

Aku langsung menindih tubuhnya yang montok itu dengan sangat bernafsu. Aku mencoba melakukan perangsangan terlebih dulu ke bagian sensitifnya. Aku mencium dan menjilati seluruh permukaan buah dadanya dan turun hingga ke bibir kemaluannya yang ditumbuhi hutan lebat itu. Tidak berapa lama kemudian, kami pun sudah mulai saling memasukkan alat kelamin kami.

Kami bermain sekitar 30 menit, dan tampaknya pembantu ini lebih kuat dari majikannya. Terbukti saat kami sudah 30 menit bermain, kami baru mengeluarkan cairan kemaluan kami masing-masing. Oh, ternyata aku sudah bermain seks dengan dua wanita bernafsu ini selama satu setengah jam. Aku pun akhirnya pulang dengan rasa lelah yang luar biasa, karena ini adalah pertama kalinya aku merasakan bercinta dengan wanita.

No comments:

Post a Comment