Agen Poker Agen Ceme

Agen Poker Online Agen Domino99

Friday, July 7, 2017

JILBAB LESBIAN

Related image
Beritasexterkini - Kali ini akan menceritakan pengalaman duo lesbi. Untuk menambah penghasilan, saya mengajar secara paruh waktu di sebuah universitas swasta. Selain mengajar, di universitas ini saya dipercaya juga untuk membimbing mahasiswa untuk melakukan tugas akhir. Cukup banyak mahasiswa yang ingin dibimbing oleh saya, diantaranya terdapat dua orang mahasiswi, Maia dan Nisa. Mereka terlihat sobat akrab, karena sejak awal bimbingan selalu datang berdua dan terlihat sangat akrab. Selain itu mereka rupanya kost di rumah yang sama. Sehingga jadi jelas kenapa mereka selalu bersama-sama. Bagi saya itu tidak jadi masalah, karena mereka berdua termasuk mahasiswi yang rajin dan cukup mampu mengerjakan apa yang saya bimbing.
Nisa adalah gadis yang terlihat alim. Bukan saja dengan cara berpakaiannya yang secara muslimah, dengan gaun panjang dan jilbab panjangnya, tapi juga dari gaya bicara dan bergaulnya kelihatan sangat hati-hati. Nisa adalah gadis dari daerah solo.
Sedangkan Maia, yang memiliki nama asli Maisurah ini, seingat saya ketika di semester awal saya mengajar belum memakai jilbab. Kalau asal Maia adalah Palembang. Ketika bimbingan rupanya dia sudah memakai jilbab, walau tidak seperti Nisa. Maia masih terlihat suka memakai celana panjang dan kaos panjang dan jilbabnya juga seperti tidak panjang seperti Nisa.
Secara fisik, Maia terlihat lebih menarik. Kulitnya yang putih serta wajahnya yang manis dengan hidung yang mancung. Selain itu, terlihat buah dadanya sangat menonjol karena badannya yang relatif kurus. Sedangkan Nisa terlihat lebih montok, hanya dengan pakaiannya yang panjang ini, saya tidak bisa mengira bagaimana dengan buah dadanya. Kulitnya cenderung lebih gelap dibanding Maia, hanya saja terpancar wajah manis dan tanpa dosa.
Kedua mahasiswi saya ini cukup rajin untuk datang bimbingan, dan mereka selalu mengcopy semua file baik file hitungan maupun juga tulisannya, selain memberikan hardcopynya. Memang saya selalu minta kepada mahasiswa yang saya bimbing softcopynya, karena akan memudahkan saya untuk memeriksanya, terutama untuk perhitungan atau program yang mereka buat.
Pada suatu waktu, seperti biasa mereka datang bimbingan ke kantor saya, dan menyerahkan flash disk yang berisi pekerjaan mereka. Mereka berdua seperti biasa duduk di depan meja saya, dan saya memasang flash disknya di komputer note book saya. Ketika flash disk itu terbuka, saya sedikit terkejut, karena secara tidak sengaja saya melihat beberapa foto mereka berdua. Karena saya setting dalam bentuk thumbnails, maka langsung bisa terlihat isi dari foto tersebut. Kelihatannya mereka ambil memakai HP. Foto-foto tersebut terlihat mereka berciuman mesra dan terdapat pula dalam kondisi yang hampir telanjang bulat, mungkin ketika mau mandi. Saya langsung copy semua isi dari flash disk mereka tanpa mereka ketahui. Setelah itu saya kembalikan flash disknya ke mereka.
“Ini flash disknya.. “ kataku sambil menyerahkan flash disk ke Nisa, “Hanya lain kali hati-hati minjemin flash disknya yah” Sambil tersenyum.
Related image
Maia dan Nisa langsung menjerit lirih “Ah.. foto yang kemarin” mereka saling berpandangan malu.
“Udah nyantai aja ama saya sih” kataku coba menenangkan. Karena mereka seperti hendak saling menyalahkan.
“Pak.. tolong pak, jangan bilang-bilang ke yang lain yah” rengek Maia dan Nisa hampir bersamaan.
“Iya ngga apa-apa kok. Itu khan urusan kalian berdua. Prinsip saya sih tidak akan mencampuri urusan pribadi kalian” Kataku lagi. Tampak mereka agak tenang. Agar mereka tidak salah tingkah, ya saya coba tidak mempermasalahkan apa yang saya lihat tadi. Saya coba ajak mereka mengobrol santai. Mereka pun makin tenang dan makin tidak malu-malu dalam bercerita.
Setelah mereka pulang, saya lihat kembali apa yang tadi telah saya copy. Foto-foto yang saya lihat benar-benar membuat saya terangsang. Bagaimana tidak, ternyata dugaan saya bahwa Maia memiliki buah dada yang besar memang benar. Dengan tubuhnya yang langsing putih mulus, terlihat benar-benar menonjol. Dan ternyata Nisa yang tidak pernah saya bisa bayangkan bagaimana tubuh dibalik gaunnya, memiliki tubuh yang tidak kalah indah. Walau tidak langsing ternyata juga tidak terlalu montok, bahkan saya melihat lebih proporsional. Terdapat foto lain, dimana mereka berpelukan, mesra dan saling berciuman bibir. Selain foto ternyata ada satu buah file 3gp. Isinya ketika mereka saling berpagutan dan meremas buah dada lawannya. Terdengar desahan birahi dari keduanya. Saya benar-benar terangsang. Malamnya saya lampiaskan hasrat itu dengan istri saya, walau dalam bayangan saya, saya sedang menyetubuhi mahasiswi saya ini. Sebenarnya ingin sekali saya menyetubuhi mereka berdua, hanya saja karena posisi saya sebagai dosen, maka saya coba tahan keinginan saya seperti ini. Karena saya akan mempertaruhkan kredibilitas saya sebagai dosen, apabila ketahuan.
Sejak saat itu, bimbingan mereka dengan saya jadi lebih lama. Karena setelah urusan bimbingan selesai, saya selalu mengajak mereka mengobrol, sambil saya membayangkan tubuh mereka berdua. Obrolan kami jadi lebih terbuka, dan saya juga tidak malu-malu menunjukkan beberapa foto yang saya download dari internet. Karena mereka berdua sudah merasa kepalang basah ketahuan, jadi mereka lebih terbuka dalam bercerita. Ketika mereka sudah menjelang selesai dan menunggu sidang, saya minta mereka bercerita tentang hubungan mereka. Awalnya mereka merasa malu, tapi setelah saya jamin dan juga saya yakinkan bahwa saya termasuk orang yang berpandangan bebas dalam masalah sex, maka mereka akhirnya mau bercerita.
Pertama Nisa yang memulai bercerita, pengalaman pertamanya sejak dia di sekolah pesantren. Dia diperkenalkan akan bagaimana memuaskan diri sendiri alias masturbasi dan bagaimana mengeksplorasi bagian-bagian sensitifnya. Kakak kelasnya lah yang mulai memperkenalkan bagaimana melakukan dengan sesama wanita. Bahkan dia kehilangan keperawananya, ketika bermain memakai dildo milik kakak kelasnya. Sempat dia merasa ketakutan dan cemas, hanya saja dorongan birahi itu selalu muncul, dan apabila muncul langsung melakukan masturbasi. Nisa sendiri belum pernah berhubungan dengan seorang pria. Kadang, aku Nisa, dia selalu mengharap bisa mencoba suatu saat kemaluan asli seorang cowok. Hanya untuk melakukannya dia masih takut dan malu.
Beda lagi dengan Maia. Dia bisa dibilang termasuk yang sudah pernah berhubungan sejak SMA dengan teman cowoknya. Kehidupan seksnya boleh dibilang lebih liar. Hanya saja sejak ditinggal cowoknya yang terakhir dia jadi merasa sebal dengan yang namanya cowok. Sejak itulah dia memakai jilbab dan berteman dengan Nisa. Dan sejak itu pula mereka mulai menjalin hubungan sesama, walau mereka tetap mengaku tidak membenci cowok seratus persen.
Related image
Tak terasa sidang keduanya telah dilalui dan mereka berdua lulus dengan nilai yang sangat baik. Saya akui mereka memang rajin dan mengerjakan tugasnya dengan sangat baik. Tak lama setelah menyelesaikan semua urusan perkuliahan, perbaikan naskah dikit-dikit, akhirnya merekapun datang kembali ke kantor saya untuk pamitan. Dalam waktu sebulan mereka akan pergi, Nisa akan kembali ke Solo, karena dia telah mendapat pekerjaan di perusahaan ayahnya di sana. Sedangkan Maia mencoba mengadu nasib di Jakarta bersama dengan kakaknya yang sudah bekerja di sana. Selain pamit, mereka rupanya mengundang saya untuk makan siang di rumah kost mereka.
Singkat cerita pada waktu yang telah disepakati, saya keluar kantor pada waktu istirahat siang menuju rumah kost mereka. Sayapun sampai pada rumah kost mereka yang terbilang cukup asri di kawasan elit. Saya disambut Maia dan dipersilahkan masuk ke dalam. Rumah itu sangat sepi. Maia terlihat sangat cantik sekali hari ini, dengan jilbab kausnya yang indah serasi dengan baju dan celana katunnya.
“khan lagi liburan semester pak, jadi pada mudik, dan juga si mbok tiga hari sejak tadi pagi pulang, anaknya sakit” jelas Maia, “Jadi praktis kami aja nih di sini”
“Bentar ya pak, Nisa masih di dapur nyiapin makanan dulu” lanjut Maia. Saya dipersilahkan menunggu di ruang tengah. Sambil duduk di sofa, saya coba menunggu sambil menyalakan TV, karena tidak ada acara yang bagus maka saya matikan lagi Tvnya. Rupanya Mia dan Nisa sudah keluar dari dapur. Nisa juga hari tampak tak kalah menarik. Masih memakai gaun panjangnya, hanya kerudungnya seperti Maia memakai kerudung kaos.
“Pak, nasinya belum matang nih. Tunggu bentar yah” kata Nisa sambil duduk disebelah kanan saya, sedangkan Maia masuk ke kamar dan keluar sambil membawa sebuah CD.
“Sambil nunggu, kita nonton aja dulu yah” Kata Maia “Ini hadiah buat bapak nih, pertama kali diputar dan ditonton selain kami”. Setelah memasangnya, lalu Maia duduk di sebelah kiri saya, Nisa hanya senyum2 saja sambil duduknya lebih santai dan lebih dekat dengan saya. Rupanya itu film hasil rekaman pribadi mereka berdua. Walau dibuat dengan amatiran, karena diambil sendiri, tapi malah membuat filmnya terkesan sangat original. Tampak Maia seperti sedang melakukan striptease. Mula-mula dia membuka kerudungnya, lalu sambil menari-nari erotis, dia membuka satu persatu pakaian yang dia kenakan, hingga dia benar-benar telanjang. Sayapun mulai terangsang melihat tubuh polos yang menggairahkan tersebut, lebih-lebih Nisa dan Maia duduk sangat dekat, sehingga panas tubuh mereka seolah terasa di kulit tangan dan wangi tubuh mereka juga tercium sangat menarik, ditambah terdengar suara desahan nafas berat mereka berdua.
Film tersebut berganti dengan Nisa yang sedang ditelanjangi oleh Maia, sambil terkadang Maia menjilat tubuh Nisa. Tampak Nisa menikmati apa yang dilakukan Maia, matanya terpejam sambil mendesah dengan bibir yang terbuka menawan. Tanganku mulai meraba paha Maia dan Nisa yang duduk di sebelah saya. Rupanya mereka tidak menolak apa yang aku lakukan, malah sebaliknya, Maia juga meraba paha saya, sedangkan Nisa malah mulai menempelkan kepalanya di bahu saya.
“Pak, tidak usah malu-malu” bisik Maia di dekat telinga saya.
“Kami sekarang jadi hadiah buat bapak” sambil mengecup telinga saya, yang membuat saya merinding. Tangan Nisa juga sudah tidak tinggal diam juga, dia mulai meraba dada saya dan membuka kancing baju saya. Sayapun menoleh ke kiri dan mencium bibir Maia sambil tangan kiri saya memeluknya. Bibir kami berpagutan dengan ganas. Saya sudah melupakan status saya sebagai dosen mereka. Kemudian aku menoleh ke kanan dan gantian mencium Nisa yang sudah berhasil membuka kancing kemeja saya.
Tangan Maia mulai membuka ikat pinggang dan resleting celana kerja saya. Lalu dia turun dari sofa dan duduk berlutut di hadapan saya, sambil menarik celana saya dan celana dalam saya. Kemaluan saya yang mulai mengeras, langsung tegak menantang. Saya sendiri masih mencium bibir Nisa sambil tangan saya meremas buah dadanya. Terasa oleh saya, di balik baju panjangnya, Nisa tidak memakai BH sama sekali.
Related image
“Wow” seru Maia melihat kemaluan saya, langsung dia memegang dan mulai mengecupnya. Nisa yang sedang saya serang bibirnya melepaskan diri saya dan ikutan tidur dipangkuan saya sambil melihat kemaluan saya.
“Nis.. katanya mau coba ngulum kemaluan cowok” kata Maia sambil menyodorkan kemaluan saya ke Nisa. Tanpa banyak berkata, Nisa mulai mengulum kemaluan saya. Mereka tampak sama-sama bergantian mengulum kemaluan saya. Saya cepat-cepat membuka kemeja saya yang kancingnya sudah dibuka Nisa, hingga saya telanjang bulat. Lalu saya menarik ke atas baju panjang Nisa. Sambil mengusap pahanya yang mulus. Rupanya Nisa tidak memakai celana dalam juga. Aku usap pantatnya dan punggungnya yang mulus. Dia mendesah keras, sambil dengan rakus mengulum kemaluan saya yang makin lama makin keras. Sementara itu, Maia bangkit dan membuka kemejanya, tanpa membuka kerudungnya. Ketika dia mau membuka kerudungnya, saya gelengkan kepalanya dan menarik dia lalu mencium bibirnya. Susunya yang sudah kebuka serta merta langsung saya remas dan mainkan putingnya yang sudah mengeras.
Maia dengan tergesa membuka celana katunnya, tampak celana dalam mininya sudah basah dengan cepat dia buka juga. Sehingga tampak dihadapan saya seorang gadis yang hanya tertutup jilbab saja, sedangkan buah dada dan kemaluannya tampak dengan jelas. Dia langsung naik ke atas sofa dan mengarahkan kemaluannya ke mulut saya. Tercium aroma khas kemaluan wanita yang sedang terangsang berat. Langsung saya mainkan dengan lidah. Memeknya semakin mereka. Tampak belahannya semakin terbuka dan basah. Tonjolan daging kecil tampak mengendut-ngendut, membuat gemas untuk terus dimainkan dengan lidah, dan kadang saya hisap dengan kuat
“ahhhh…mmmm” desahan maia makin lama makin keras. Pinggulnya mulai bergoyang-goyang mengimbangi permainan lidah saya di kemaluannya. Tiba-tiba Maia bangkit dan mulai duduk membelakangiku di atas pangkuan saya. Nisa yang dari tadi asyik tampak mengerti. Diarahkannya kontolku yang sudah keras ke arah kemaluan Maia, sambil sebelumnya dia jilat dulu kemaluan Maia.
“ahmmmm” desahan Maia tertahan seiring dengan masuknya batang kemaluanku ke dalam lubang memeknya yang sudah sangat basah. Lalu mulai Maia bergerak naik dan turun, sambil payudaranya diserbu oleh mulut Nisa. Melihat adegan antara Nisa dan Maia membuat saya makin terangsang.
“ahhhhh.. yahhhh….” Gerakannya makin liar. Suara khas becek antara kemaluan laki-laki dan wanita makin terdengar mengimbangi desahan dan erangan maia. Disela itu, saya menarik nisa untuk berdiri di atas saya, sambil masih memakai baju panjangnya. Diangkatnya bajunya sehingga tampak bibir kemaluannya yang sudah basah, serta merta langsung saya lumat. Posisi nisa mengangkang di atas kepala saya berhadapan dengan maia yang masih naik turun sambil memejamkan matanya. Tak terdengar kata-kata kecuali desahan disertai dengan bunyi ceplak ceplok bunyi basah. Tak lama kemudian maia bergerak makin liar sambil berteriak, disertai dengan nisa yang juga mngejang dan suara tertahan
“Ahhhhhhhhhh…hmmmmmmmmmmmmmmmmmm”
Saya sendiri belum sampai, walau sudah terasa diujung kemaluan saya. Maka saya cepat berdiri, maia dan nisa duduk di bawah. Saya arahkan kontolku yang sudah memerah. Mereka rupanya mengerti, langsung mereka berdua melakukan oral bergantian. Sambil dikocoknya kontolku.
“ahhh.. yahh.. “ kataku menahan gejolak ledakan sperma di kontolku. Dan.. croottt.. crotttt… tumpah semua sperma yang tertahan. Kedua gadis ini rupanya tidakterlalu siap, sehingga terkejut sambil membuka mulutnya. Spermaku membasahi kedua muka mahasiswiku ini, bahkan saking banyak dan belum siapnya mereka sehingga kerudung mereka belepotan dengan spermaku ini. Dengan sigap maia dan nisa bergantian membersihkan kontolku dengan mulut mereka, saya sendiri meringis geli. Lalu sayapun duduk dengan lemas di sofa sambil memperhatikan mereka berdua saling melumat bibir dan saling jilat menghabiskan sperma yang ada di wajah mereka.
“hmmm… enak banget nih punya bapak…” kata maia “gimana nis.. enak juga khan peju cowok?” Nisa hanya tersenyum sambil mengangguk. Lalu mereka berdua berdiri dan membuka penutup tubuh mereka semuanya. Maia membuka kerudungnya sedangkan nisa baju dan kerudungnya. Tampak dua tubuh polos yang demikian sempurnanya, persis seperti yang pernah saya lihat di foto mereka.
“Kayaknya nasinya udah mateng deh.. kita makan dulu yuk” ajak nisa sambil berjalan ke dapur. Maia langsung menarik tanganku sambil berjalan, dipeluknya aku.
“Pak, maia suka dengan bapak lho dari dulu” katanya manja sambil mencium pipiku. “akhirnya maia bisa juga merasakan punya bapak” sambil senyum genit. Gemas melihatnya langsung aku lumat kembali bibrinya sambil tanganku meremas buah dadanya
“hmm.. nakal ih.. ntar kita makan dulu” kata maia. Lalu kamipun makan setelah memakai pakaian seadanya. Mereka memakai baju tanpa dalaman dengan kerudung yang masih terdapat sisa sperma, sayapun hanya memakai cd dan kemeja saja. Selama makan kami ngobrol dan mendengar cerita pengalaman mereka berdua.
Related image

“Pak.. yuk kita lanjutin di kamar” ajak Maia sambil mencium bibirku sambil tangannya mengusap kemaluanku yang tertutup cd. Nisa tak mau kalah juga, dia menghampiri kami dan ikut menciumku sambil tangannya membuka kemeja yang aku pakai. Kamipun beranjak ke kamar Maia.
Begitu sampai di kamar, Nisa langsung menubruk memelukku sambil melumat bibir dengan ganas, sampai kami terjatuh di tempat tidur. Sayapun membalas ciumannya sambil membuka pakaian panjang yang dia pakai. Maia, sendiri membuka baju dan kerudungnya sehingga sekarang dia benar–benar polos tanpa sehelai benangpun. Sedangkan Nisa yang masih bergumul denganku sudah telanjang walau masih memakai kerudungnya. Maia langsung ikut serta sambil melucuti pakaianku yang tak lama kemudian sudah terbuka semua. Dengan bernafsu, dia langsung mengulum kemaluanku yang sudah mulai membesar kembali. Nisa mencium bibirku, tanganku meremas buah dadanya, sedangkan Maia mengulum kemaluanku dengan rakus. Saya masih telentang, tak lama kemudian Nisa mengambil posisi agar kemaluanku masuk ke dalam liang surgawinya dia yang sudah basah. Maia dengan pengertian menyingkir malah mengarahkan kemaluanku yang sudah keras ke lubang memeknya Nisa. Perlahan Nisa mulai menurunkan pantatnya dan.. bless…
“Aghhhh…” Nisa mendesah sambil menggigit bibirnya menahan rasa yang menyerangnya “hmmmm.. ahhhh” dia lalu mulai mengerakkan pantatnya naik turun kadang diputar. Sambil bergerak naik turun Nisa mulai posisi duduk dipangkuanku. Dengan cepat dia membuka kerudungnya. Mukanya merah menahan panas yang melandanya. Maia dengan sigap langsung melumat bibir Nisa yang sedikit terbuka mendesah. Tangannya sambil meremas buah dada Nisa. Lalu Aku tarik pantat Maia sehingga dia jongkok di atas mukaku. Tampak bibir memeknya sudah mulai merekah dan dari lubangnya sudah menetes cairan birahi. Wangi kemaluan wanita membuat saya tidak bisa menahan diri untuk mulai menjilatnya.
“hmmmm..a hhhhhhh” Maiapun mulai mendesis menahan nikmat sambil bibirnya terus melumat bibir Nisa. Terasa gerakan Nisa makin cepat dan memeknya yang sempit makin terasa karena mulai berdenyut-denyut berkontraksi. Tangan maia dan nisa saling remas buah dada mereka. Kamar itupun mulai dipenuhi dengan desahan dan erangan nafas menyelingi suara keciprak kecipruk suara kontol masuk ke dalam memek yang basah.
Tak lama kemudian Maia dan Nisa mengejang sambil mengerang tertahan. Terasa kontolku seperti diremas oleh jepitan memek Nisa dan dari memek Maia tampak lubangnya berdenyut sambil mengeluarkan cairan yang langsung saya jilat dan sedot habis. Tubuh mereka ambruk ke samping, tapi saya tidak beri kesempatan mereka istirahat. Langsung saya posisikan mereka menungging bersebelahan. Saya berdiri dengan lutut mulai mengarahkan kontolku yang basah dengan cairan Nisa. Tampak pemandangan yang luar biasa, dua buah pantat menungging menantang dengan bibir memek yang sudah merekah. Langsung saya masukkan ke dalam memek Maia, dan sayapun mulai menggenjot.
“ahhh.. pak…auw..hmmmmmmmm” Maia meringis dan merengek. Tangannya mencengkeram seprei yang sudah berantakan. Buah dadanya berguncang-guncang akibat dorongan dari pantatku. Sementara Nisa dalam posisi menungging tangannya kebelakang dan mengusap memeknya sendiri. Sayapun tidak tinggal diam, jariku mulai dimasukkan ke dalam lubang kemaluannya. Jari saya bermain sambil ibu jari kadang-kadang mengelus lubang anusnya. Desahan kedua gadis itu bagaikan irama simfoni yang saling bersahutan. Tak lama kemudian saya cabut dan saya pindah ke Nisa. Dan memek Maia dengan tangannku. Keringatku mulai mengucur deras.
“pak… ahhhh maia nyampe lagi……ahhhhhh”
“ahmmmmmmm.. pakkkk…hmmmmmmm” Nisapun menjerit tertahan.
Mendengar erangan mereka, terasa sayapun ingin meledak. “Maia..Nisa.. saya mau nyampe nih… dimana dikeluarinnya?” “Di dalam aja pak” kata Nisa tertahan. Dan crooott..crooottt sampai lima kali kontolku menyemburkan spermanya. Ketika saya cabut tampak spermaku mengalir keluar dari lubang memek Nisa, maia tak tinggal diam diapun langsung menjilat sperma yang keluar dari memek temannya itu. Akupun tersenyum melihat kelakuan mereka sambil mengusap rambut maia yang lagi asyik menjilat kemaluan nisa.
“Kalian hebat sekali” kataku memuji mereka. Lalu kamipun tidur-tiduran dengan nisa dan maia di sebelah kiri dan kananku. Karena hari mulai sore, saya harus cepat balik ke kantor.
“Pak.. nginap di sini donk…” rayu nisa, ketika saya sedang berpakaian. Mereka masih dalam keadaan telanjang bulat. Maia tersenyum manja sambil memeluk nisa. Melihat dan mendapat rayuan ini, sayapun menelpon istri yang ada di rumah dan memberi tahu bahwa harus pulang malam. Saya tidak bisa menginap tapi sisa waktu sampai tengah malam kembali kami habiskan dengan melakukan permainan sex yang luar biasa.

No comments:

Post a Comment