Agen Poker Agen Ceme

Agen Poker Online Agen Domino99

Sunday, November 19, 2017

Goyangan Di Penginapan



Perbedaan umur kami sekitar 8 tahun, dan dia baru saja lulus dari univ swasta terkenal di Jakarta. Kami kenalan pada saat aku sedang mempersiapkan acara untuk perpisahan kelas 3 di SMA-ku. SMAku di kawasan Jakarta Barat. Dan pada saat itu Andre sedang menemani adiknya yang kebetulan panitia perpisahan SMA kami. Pada saat itu Andre hanya melihat-lihat persiapan kami dan duduk di ruangan sebelah.
Oh ya, sampai lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan nama panggilanku Luna. umurku 18 tahun (SMA kelas 3). Tinggiku luLunan sekitar 168 cm dan warna kulitku kuning bersih. Rambutku pendek sebahu, dan dadaku tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga. Sangat proporsional antara tinggi dan berat badanku. Kata orang-orang aku sangat cocok untuk seorang model. Dan aku belum mempunyai pacar. Aku anak ke 3 dari 4 bersaudara dan semua perempuan.
Kakak-kakakku semua sudah mempunyai pacar, kecuali adikku yang paling kecil kelas dua SMP. OK dilanjut ya
Akhirnya pada saat istirahat siang, inilah pertama kalinya kami ngobrol-ngobrol. Dan pada saat kenalan tersebut kami sempat menukar nomor telepon rumah. Kira -kira 3 hari kemudian, Andre menelepon ke rumahku
“Hallo selamat sore, bisa bicara dengan Luna, ini dari Andre.”
“Ada apa, kok tumben mau nelepon ke sini, aku kira sudah lupa.”
“Gimana kabar kamu, mana mungkin aku lupa. Hmm, Na ada acara nggak malam minggu ini.”
Aku sempat kaget Andre mengajakku keluar malam minggu ini. Padahal baru beberapa hari ini kenalan tapi dia sudah berani mengajakku keluar. Ah, biarlah, cowok ini memang idamanku kok.
“Hmmm… belum tau, mungkin nggak ada, dan mungkin juga ada,” jawabku.
“Kenapa bisa begitu,” balas Andre.
“Ya, kalaupun ada bisa dibatalin seandainya kamu ngajak keluar, dan kalo batal acaranya aku bakalan akan nggak terima telpon kamu lagi,” balasku lagi.
“Ooo begitu, kalau gitu aku jemputnya ke rumahmu, sabtu sore, kita jalan-jalan aja. Di mana alamat rumahmu.”
Kemudian aku memberikan alamat rumahku di kawasan Maruya. Dan ternyata rumah Andre tidak begitu jauh dari rumahku. Ya, untuk seukuran Jakarta, segala sesuatunya dihitung dengan waktu bukan jarak.
Tepat hari sabtu sore, Andre datang dengan kendaraan dan parkir tepat di depan rumahku. Setelah tiga puluh menit di rumah, ngobrol -ngobrol dan pamitan dengan orang rumah, akhirnya kami meninggalkan rumah dan belum tahu mau menuju ke mana. Di dalam mobil kami berdua, ngobrol sambil ketawa-ketawa dan tiba-tiba Andre menghentikan mobilnya tepat di lapangan tenis yang ada di kawasan Jakarta Barat.
“Na, kamu cantik sekali hari ini, boleh aku mencium kamu,” bisik Andre mesra.
“Drea, apa kita baru aja kenalan, dan kamu belum tau siapa aku dan aku belum tau siapa kamu sebenarnya, jangan-jangan kamu sudah punya pacar.”
“Kalo aku sudah punya pacar, sudah pasti malam minggu ini aku ke tempat pacarku.”
“Drea, terus terang semenjak pertama kali melihat kamu aku langsung tertarik.”
Tiba-tiba tangan Andre memegang tanganku dan meremasnya kuat -kuat.”Aku juga Na, begitu melihat kamu langsung tertarik.”
Dan Andre menarik tanganku hingga badanku ikut tertarik, lalu Andre memelukku erat-erat dan mencium rambutku hingga telingaku. Aku merinding dan tiba-tiba tanpa kusadari bibir Andre sudah ada di depan mataku. Dan pelan-pelan Andre mencium bibirku. Pertama-tama, sempat kulepaskan. Karena inilah pertama kali aku dicium seorang laki-laki. Dan tanpa pikir panjang lagi, aku yang langsung menarik badan Andre dan mencium bibirnya. Ciuman Andre sepertinya sudah ahli sekali dan membuatku begitu bernafsu untuk menarik lidahnya. Oh.. betapa nikmatnya malam ini. Dan, lama-kelamaan tangan Andre mulai meraba sekitar dadaku.
“Jangan Drea, aku tidak mau secepat ini, lagi pula kita melakukannya di depan jalan, aku malu Drea,” jawabku.
Sebenarnya aku ingin dadaku diremas oleh Andre karena aku sudah mengidam-idamkan dan sudah membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya.
“Na, bagaimana kalau kita nonton aja. Sekarang masih jam setengah delapan dan film masih ada kok.”
Akhirnya aku setuju. Di dalam bioskop kami mencari tempat posisi yang paling bawah. Andre sepertinya sudah sangat pengalaman dalam memilih tempat duduk. Dan begitu film diputar, Andre langsung melumat bibirku yang tipis. Lidah kami saling beradu dan aku membiarkan tangan Andre meraba di sekitar dadaku. Walaupun masih ditutupi dengan baju.
Tiba-tiba Andre membisikkan sesuatu di telingaku, “Na, kamu membuat nafsuku naik.”
“Aku juga Drea,” balasku manja.
Dan Andre menarik tanganku dan mengarahkan tanganku ke arah penisnya. “Astaga,” pikirku. Ternyata diluar dugaanku, penis Andre sudah sangat tegang sekali. Dan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang pertama kali ini. “Teruskan Na, remas yang kuat dan lebih kuat lagi.” Tak lama kemudian, tangan Andre sudah berhasil membuka bajuku. Kebetulan saat itu aku memakai kemeja kancing depan. Sehingga tidak terlalu susah untuk membukanya.
Kebetulan aku memakai BH yang dibuka dari depan.
Akhirnya tangan Andre berhasil meremas susuku yang baru pertama kali ini dipegang oleh seseorang yang baru kukenal. Andre meremasnya dengan lembut sekali dan sekali-kali Andre memegang puting susuku yang sudah keras.
“Teruskan Drea, aku enak sekali..” Dan tanpa sengaja aku pun sudah membuka reitsleting celananya, yang pada saat itu memakai celana kain. “Astaga,” pikirku sekali lagi, tanganku dibimbing Andre untuk memasuki celana dalam yang dipakainya. Dan sesaat kemudian aku sudah meremas-remas penis Andre yang sangat besar. Kami saling menikmati keadaan di bioskop waktu itu. “Teruskan Drea, aku enak sekali..” Tidak terasa film yang kami tonton berlalu dengan cepat. Dan akhirnya kami keluar dengan perasaan kecewa.
“Kita langsung pulang ya Na sudah malam,” pinta Andre.
“Drea, sebenarnya aku belum mau pulang, lagian biasanya kakak-kakakku kalau malam mingguan pulangnya jam 11:30 malam, sekarang masih jam 10:15, kita keliling-keliling dulu ya.” bisikku mesra.
Sebenarnya dalam hatiku ingin sekali mengulang apa yang sudah kami lakukan tadi di dalam bioskop. Namun rasanya tidak enak bila kukatakan pada Andre. Mudah-mudahan Andre mengerti apa yang kuinginkan.
“Ya, sudah kita jalan-jalan ke senayan aja, sambil ngeliat orang-orang yang lagi bingung juga,” balas Andre dengan nada gembira. Sampai di senayan, Andre memarkirkan mobilnya tepat di bawah pohon yang jauh dari mobil lainnya. Dan setelah Andre menghentikan mobilnya, tiba-tiba Andre langsung menarik wajahku dan mencium bibirku. Kelihatannya Andre begitu bernafsu melihat bibirku. Sebenarnya inilah waktu yang kutunggu-tunggu. Kami saling melumat bibir dan permainan lidah yang kami lakukan membuat gairah kami tidak terbendung lagi.
Tiba-tiba Andre melepaskan ciumannya.
“Na, aku ingin mencium susumu, bolehkan..”
Tanpa berkata sedikit pun aku membuka kancing kemejaku dan membuka kaitan BH yang kupakai. Terlihat dua gundukan yang sedang mekar -mekarnya dan aku membiarkannya terpandang sangat luas di depan mata Andre. Dan kulihat Andre begitu memperhatikan bentuk bulatan yang ada di depan matanya. Memang susuku belum begitu tumbuh secara keseluruhan, tapi aku sudah tidak sabar lagi untuk dicium oleh seorang lelaki.
“Na, apa ini baru pertama kali ada yang memegang yang menciumi susumu,” bisik Andre.
“Iya, Drea, baru kamu yang pertama kali, aku memberikan ke orang yang benar -benar aku inginkan,” balasku manja.
Tak lama kemudian, Andre dengan lembutnya menciumi susuku dan memainkan lidahnya di seputar puting susuku yang sedang keras. Aduh enak sekali rasanya. Inilah waktu yang tunggutunggu sejak lama. Nafsuku langsung naik pada saat itu.
“Jangan berhenti Drea, teruskan ya… aku enak sekali..” Dan tanganku pun dibimbing Andre untuk membuka reitsleting celananya. Dan aku membukanya.
Kemudian Andre mengajak pindah tempat duduk dan kami pun pindah di tempat duduk belakang. Sepertinya di belakang kami bisa dengan leluasa saling berpelukan. Baju kemejaku sudah dilepas oleh Andre dan yang tertinggal hanya BH yang masih menggantung di lenganku. Reitsleting celana Andre sudah terbuka dan tiba-tiba Andre menurunkan celananya dan terlihat jelas ada tonjolan di dalam celana dalam Andre. Dan Andre menurunkan celana dalamnya. Terlihat jelas sekali penis Andre yang besar dan berwarna kecoklatan. Ditariknya tanganku untuk memegang penisnya. Dan aku tidak melepaskan kesempatan tersebut. Andre masih terus menjilati susuku dan sekali-kali Andre menggigit puting susuku.
“Drea, teruskan ya… jilat aja Drea, sesukamu..” desahku tak karuan.
Sementara aku masih terus memegang penis Andre. Dan sepertinya Andre makin bernafsu dengan permainan seksnya. Akhirnya Andre sudah tidak tahan lagi.
“Na, kamu isap punyaku ya… mau nggak?”
“Isap bagaimana..”
“Tolong keluarin punyaku di mulutmu.”
Sebenarnya aku masih bingung, tapi karena penasaran apa yang dimaui Andre, maka aku menurut saja apa permintaannya. Dan Andre merubah posisi duduknya, Andre menurunkan kepalaku hingga aku berhadapan langsung dengan kepunyaan Andre.
“Drea, besar sekali punyamu.”
“Langsung aja Na, aku sudah tidak tahan..”
Aku langsung mengulum pelan-pelan kepunyaan Andre. Inilah pertama kali aku melihat, memegang dan mengisap dalam satu waktu. Aku menjilati dan kadang kutarik dalam mulutku kepunyaan Andre. Sekali-kali kujilati dengan lidahku. Dan sekali-kali juga kujilati dan kuisap buah kepunyaan Andre. Aku memang menikmati yang namanya penis. Mulai dari atas turun ke bawah. Dan kuulangi lagi seperti itu. Dan kepala penis kepunyaan Andre aku jilatin terus. Ah… benar-benar nikmat.
Sekitar lima menit aku menikmati permainan punya Andre, tiba-tiba, Andre menahan kepalaku dan menyuruhku mengisap lebih kuat. “Terus Na, jangan berhenti, terus isap yang kuat, aku sudah tidak tahan lagi..” Dan tidak lama setelah itu, Andre mengerang keenakan dan tanpa sadar, keluar cairan berwarna putih dari penis Andre. Apakah ini yang namanya sperma, pikirku. Dalam keadaan masih keluar, aku tidak bisa melepaskan penis Andre dari mulutku, aku terus mengisap dan menyedot sperma yang keluar dari penis Andre.
Ah… rasa dan aromanya membuatku ingin terus menikmati yang namanya sperma. Aku pun tidak bisa melepaskan kepalaku karena ditahan oleh Andre. Aku terus melanjutkan isapanku dan aku hanya bisa melebarkan mulutmu dan sebagian cairan yang keluar tertelan di mulutku. Dan Andre kelihatan sudah enak sekali dan melepaskan tangannya dari kepalaku.
“Na, aku sudah keluar, banyak ya..”
“Banyak sekali Drea, aku tidak sanggup untuk menelan semuanya, karena aku belum biasa.”
“Tidak apa-apa Na..”
Kemudian Andre mengambil cairan yang terbuang di sekitar penisnya dan menaruh ke susuku. Aku pun memperhatikan kelakuan Andre. Dan Andre mengelus-elus susuku. Akhirnya jam sudah tepat jam 11 malam. Dan aku diantar oleh Andre tepat jam 11 lewat 35 menit. Karena besoknya kami berjanji akan ketemu lagi. Malamnya entah mengapa aku sangat sulit sekali tidur. Karena pengalamanku yang pertama membuatku penasaran, entah apa yang akan kulakukan lagi bersama Andre esoknya.Dan, malam itu aku masih teringat akan penis Andre yang besar dan aroma sperma serta ingin rasanya aku menelan sekali lagi. Ingin cepat-cepat kuulangi lagi peristiwa malam itu.
Besoknya dengan alasan ada pertemuan panitia perpisahan, aku akhirnya bisa keluar rumah.Akhirnya sesuai jam yang sudah ditentukan, Andre menjemputku dan Andre membawaku ke suatu tempat yang masih teramat asing buatku.
“Tempat apa ini Drea,” tanyaku.
“Na, ini tempat kencan, daripada kita kencan di mobil lebih bagus kita ke sini aja, dan lebih
aman dan tentunya lebih leluasa. Kamu mau.”
“Entahlah Drea, aku masih takut tempat seperti ini.”
“Kamu jangan takut, kita tidak keluar dari mobil. Kita langsung menuju kamar yang kita pesan.”
Dan sampai di garasi mobil, kami keluar, dan di garasi itu hanya ada satu pintu. Sepertinya pintu itu menuju ke kamar. Benar dugaanku. Pintu itu menuju ke kamar yang sudah dingin dan nyaman sekali, tidak seperti yang kubayangkan. Terlihat ada kulkas kecil, kamar mandi dengan shower, dan TV 21, dan tempat tidur untuk kapasitas dua orang.
“Luna, kita santai di sini aja ya… mungkin sampai sore atau kita pulang setelah magrib nanti, kamu mau..” pinta Andre.
“Aku setuju saja Drea, terserah kamu.”
Setelah makan siang, kami ngobrol-ngobrol dan Andre membaringkan badanku di tempat tidur. “Na, kamu mau kan melakukannya sekali lagi untukku.” Aku setuju. Sebenarnya inilah yang membuatku berpikir malamnya apa yang akan kami lakukan berikutnya. Andre berdiri di depanku, dan melepaskan kancing kemejanya satu persatu, dan membuka celana panjang yang dipakainya. Terlihat sekali lagi dan sekarang lebih jelas lagi kepunyaan Andre daripada malam kemarin. Ternyata kepunyaan Andre lebih besar dari yang kubayangkan. Dan, dalam sekejap Andre sudah terlihat bugil di depanku.
Andre memelukku erat-erat dan membangunkanku dari tempat tidur. Sambil mencium bibirku, Andre menarik ke atas baju kaos ketat yang kupakai. Dan memelukku sambil melepaskan ikatan BH yang kupakai. Dan pelan-pelan tangan Andre mengelus susuku yang sudah keras. Dan lama -kelamaan tangan Andre sudah mencapai reitstleting celanaku dan membuka celanaku. Dan menurunkan celana dalamku. Aku masih posisi berdiri, dan Andre jongkok tepat di depan vaginaku. Andre memandangku dari arah bawah. Sambil tangannya memeluk pahaku.
“Na, bodi kamu bagus sekali.”
Andre sekali lagi memperhatikan bulu-bulu yang tidak terlalu lebat dan menciumi aroma vaginaku.
“Na, seandainya hari ini perawanmu hilang, kamu bagaimana.”
“Terserah kamu Drea, aku tidak peduli tentang perawanku, aku ingin menikmati hari ini, denganmu berdua, dan aku kepengen sekali melakukannya denganmu..” Akhirnya aku pasrah apa yang dilakukan oleh Andre.
Kemudian Andre meniduriku yang sudah tidak memakai apa-apa lagi. Kami sudah sama-sama bugil. Dan tidak ada batasan lagi antara kami. Andre bebas menciumiku dan aku juga bebas menciumi Andre. Kami melakukannya sama-sama dengan nafsu kami yang sangat besar. Baru pertama kali ini aku melakukannya seperti hubungan suami istri. Andre menciumi seluruh tubuhku mulai dari atas turun ke bawah. Begitu bibir Andre sampai di vaginaku yang sudah sangat basah, terasa olehku Andre membuka lebar vaginaku dengan jari-jarinya.
Ah… nikmat sekali. Seandainya aku tahu senikmat ini, ingin kulakukan dari dulu. Ternyata Andre sudah menjilati klitorisku yang panjang dan lebar. Dengan permainan lidahnya di vaginaku dan tangan Andre sambil meremas susuku dan memainkan putingku, aku rasanya sudah sangat enak sekali. Sepertinya tidak kusia-siakan kenikmatan ini tiap detik. Andre sekali-kali memasukan jarinya ke vaginaku dan memasukkan lidahnya ke vaginaku.
Akhirnya dengan nafsu yang sudah tidak bisa kutahan lagi, kukatakan pada Andre.
“Drea, masukkan punyamu ke punyaku ya… masukannya pelan -pelan,” pintaku.
Andre lalu bangkit dari arah bawah. Dan menciumi bibirku.
“Na, kamu sudah siap aku masukkan, apa kamu tidak menyesal nantinya.”
“Tidak Drea, aku tidak menyesal. Aku sudah siap melakukannya.”
Lalu Andre melebarkan kakiku dan terlihat jelas sekali punya Andre yang sangat besar sudah siap-siap untuk masuk ke punyaku. Vaginaku sudah basah sekali. Dan kubimbing penis Andre agar tepat masuk di lubang vaginaku. Pertama-tama memang agak sakit, tapi punyaku sepertinya sudah tidak terasa lagi akan sakit yang ada, lebih banyak nikmatnya yang kurasakan. Dengan dorongan pelan dan pelan sekali, akhirnya punya Andre berhasil masuk ke dalam lorong kenikmatanku.
“Oh… enak sekali,” jeritku.
Terasa seluruh lorong dan dinding vaginaku penuh dengan penis besar kepunyaan Andre. Dengan sekali tekan dan dorongan yang sangat keras dari penis Andre, membuat hari itu aku sudah tidak perawan lagi. Andre membisikkan sesuatu di telingaku, “Na, kamu sudah tidak perawan lagi.”
“Ngga apa-apa Drea, jangan dilepas dulu ya…”
“Terus Drea, goyang lebih kencang, aku enak sekali..” Dengan posisi aku di bawah, Andre di atas, kami melakukannya lama sekali. Andre terus menciumi susuku yang sudah keras, penis Andre masih terbenam di vaginaku. Akhirnya puncak kenikmatanku yang pertama keluar juga.
“Andre sepertinya aku sudah tidak tahan lagi… aku mau keluar.”
“Keluarin terus Na, aku tidak akan melepaskan punyaku.”
“Drea, aku tidak tahan lagi… a..ahh… aaahh.. aku keluar Drea, aku keluar.. keluar Drea..enaak sekali, jangan berhenti, teruskan… aaaa… aaaa..” Pada saat orgasme yang pertama, Andre langsung menciumi bibirku. Oh… benar -benar luar biasa sekali enaknya.
Akhirnya aku menikmati kehangatan punya Andre dan aku masih memeluk badan Andre. Walaupun udara di kamar itu sangat dingin, tapi hawa yang kami keluarkan mengalahkan udara dingin.
“Na, aku masih mau lagi, tidak akan kulepaskan… sekarang aku mau posisi enam sembilan. Kamu isap punyaku dan aku isap punyamu.”
Kemudian kami berubah posisi ke enam sembilan. Andre bisa sangat jelas mengisap punyaku. Dan kelihatan kliotorisku yang sangat besar dan panjang.
“Na punyamu lebar sekali.”
“Isap terus Drea, aku ingin mengeluarkan sekali lagi dan berkali-kali.”
Aku terus mengisap punya Andre sementara Andre terus menjilati vaginaku dan kami melakukannyasangat lama sekali. Penis Andre yang sudah sangat keras sekali membuatku bernafsu untuk melawannya. Dan permainan mulut Andre di vaginaku juga membuatku benar-benar terangsang dan sepertinya saat-saat seperti ini tidak ingin kuakhiri.
“Drea… aku mau keluar lagi… aku tidak tahan lagi honey…”
“Tahan sebentar Na, aku juga mau keluar..”
Tiba-tiba Andre langsung merubah posisi. Aku di bawah dan dia di atas. Dengan cepat Andre melebarkan kakiku, dan oh.. ternyata Andre ingin memasukkan penisnya ke vaginaku. Dan sekali lagi Andre memasukkan penisnya ke vaginaku. Walaupun masih agak sulit, tapi akhirnya lorong kenikmatanku dapat dimasuki oleh penis Andre yang besar.
“Dorong yang keras Drea, lebih keras lagi,” desahku. Andre menggoyangan badannya lebih cepat lagi.
“Iya Drea, seperti itu… terus… aaa..aaa… enak sekali, aku mau melakukannya terusmenerus denganmu..”
“Na, aku sudah tidak tahan lagi… aku mau keluar…”
“Aku juga Drea, sedikit lagi, kita keluar sama -sama ya… aaa..”
“Na… aku keluar..”
“Aku juga Drea… aaa… aa… terasa Drea, terasa sekali hangat spermamu..”
“Aduh, Na… goyang terus Na, punyaku lagi keluar…”
“Aduh Drea… enak sekali…”
Bibirku langsung menciumi bibir Andre yang lagi dipuncak kenikmatan. Tak lama kemudian kami sama-sama terdiam dan masih dalam kehangatan pelukan. Akhirnya kami mencapai kenikmatan yang luar biasa. Dan sama-sama mengalami kenikmatan yang tidak bisa diukur.
“Na… spermaku sekarang ada di dalam punyamu.”
“Ia Drea…”
Tidak lama kemudian, Andre membersihkan cairan spermanya di vaginaku.
“Na, kalo kamu hamil, aku mau bertanggungjawab.”
“Iya Drea..” jawabku singkat.
Akhirnya kami mandi sama-sama. Di kamar mandi kami melakukannya sekali lagi, dan aku mengalami kenikmatan sampai dua kali. Sekali keluar pada saat Andre menjilati vaginaku dan sekali lagi pada saat Andre memasukkan penisnya ke vaginaku. Andre pun mengalami hal yang sama. Bacaan sex top: Pesta Sex Anak SMP yang Meriah
Sorenya kami melakukannya sekali lagi. Kali melakukannya berulang kali. Dan istirahat kami hanya sebentar, tidak sampai satu jam kami sudah melakukannya lagi. Benar-benar luar biasa. Aku pun tidak tahu kenapa nafsuku begitu bergelora dan tidak mau berhenti. Kalau dihitunghitung dalam melakukan hubungan badan, aku sudah keluar 8 kali orgasme. Dan kalau hanya sekedar diisap oleh Andre hanya 3 kali. Jadi sudah 11 kali aku keluar. Sementara Andre sudah 7 kali.
Malamnya tepat jam 8.30 kami keluar dari penginapan. Padahal jika dipikir-pikir, hanya dalam waktu dua hari saja aku sudah melepaskan keperawananku ke seseorang. Dan sampai sekarang hubunganku dengan Andre bukan sifatnya pacaran, tapi hanya bersifat untuk memuaskan nafsu saja. Dan, baru kali ini aku bisa merasakan tidur yang sangat pulas sesampainya di rumah.
Besoknya aku harus sekolah seperti biasa dan tentunya dengan perasaan senang dan ingin melakukannya berkali-kali. Seperti biasa setiap tanggal 20, aku datang bulan. Dan kemarin (tanggal 20 Februari 2001) ini aku masih dapat. Aku langsung menelepon Andre sepulang dari sekolah.
“Drea, aku dapat lagi, dan aku tidak hamil.”
“Iya Na… syukurlah…”
“Drea, aku ingin melakukannya sekali lagi, kamu mau Drea..”
Dan, ternyata kami bisa melakukannya di mana saja. Kadang aku mengisap penis Andre sambil Andre menyetir mobil yang lagi di jalan tol. Dan setelah cairan sperma Andre keluar yang tentunya semua kutelan, karena sudah biasa, setelah itu tangan Andre memainkan vaginaku. Kadang juga sebelum pulang aku tidak lagi mencium bibir Andre, tapi aku mengisap kepunyaan Andre sebelum turun dari mobil, hanya sekitar 2 menit, Andre sudah keluar. Dan aku masuk rumah masih ada sisa-sisa aroma sperma di mulutku.
Di tiap pertemuan kami berdua selalu saling mengeluarkan. Jika kami ingin melakukan hubungan badan, biasanya kami menyewa penginapan dari siang sampai sore dan hanya dilakukan tiap hari sabtu karena pada saat itu sepulang sekolah Andre langsung mengajakku ke penginapanSITUS POKER ONLINE TERPERCAYA AGEN POKER INDONESIA AGEN JUDI POKER TERBAIK BANDAR DOMINOQQ AGEN CAPSA ONLINE LIVE POKER INDONESIA AGEN CEME JUDI POKERAgen Poker Indonesia
Adik Iparku Seksi


Abdul adalah seorang lelaki berumur 30 tahun, dgn posisi di pekerjaan yg menjamin dia dan keluarganya berkehidupan sangat layak. Abdul mempunyai seorang istri yg lebih dari cukup untuk memenuhi standart ibu yg baik untuk anak2nya dan seperti pelacur yg memuaskannya di tempat tidur. Semua ia miliki untuk usianya,tetapi tak seorangpun yg menyadari bahwa Abdul selalu terobsesi dgn Sari adik iparnya sendiri yg tinggal di depan rumah bersama suami dan anaknya.
Sari adalah perempuan berkulit putih bersih berusia setahun lebih muda dari istrinya. Perasaan itu tidak pernah ada sewaktu Abdul pacaran dgn istrinya, tapi akhir2 ini bayangan adik iparnya itu terus menari2 dalam benaknya.
Beberapa kali sewaktu berhubungan seks dgn istrinya ia selalu membaygkan sedang menggauli adik iparnya itu, hal itu sedikit menghibur dirinya, sepertimanapun kakak tidak jauh2 berbeda dgn adik begitu pikirnya.
Hari sabtu pagi ini Abdul berencana bangun sesiang-siangnya,pekerjaan seminggu lalu sungguh menyita pikirannya,bangun siang dan bermalasan satu hari penuh ..tiba-tiba istrinya membangunkannya dan mengingatkan bila mereka harus menghadiri pernikahan kerabat di kota lain yg jaraknya 150an kilo dari pagar rumahnya..hal itu benar-benar menjengkelkannya.
“ayo dong pah…kan kita sudah janji nih…” rengek istrinya
Abdul sambil mengernyitkan wajahnya
“aah alesan .. selalu gitu deh” kata istrinya bersungut-sungut, tepat ketika Abdul hendak membuka mulutnya untuk membela diri, telpon rumahnya berdering keras sekali.
“sudah ..pokoknya aku gak mau tau, selesai aku angkat telepon , papa harus siap ke kamar mandi” sembur istrinya dgn suara melengking .
“aaarrggh” erang Abdul..
“Tuhan tidak adil, aku hanya meminta satu hari khusus untuk diriku, satu hari tidur sepanjang siang, Tuhan maha adil? Beuh !” gumamnya dalam hati..
“Pah..pah” panggil istrinya dari ruang tamu.
iya..iya ..ini juga udah mandi” teriaknya dari kamar mandi sambil mengguyur tubuhnya dgn air sedingin es, matanya terbelalak ketika mendengar istrinya berkata .
“Pah..ga usah mandi, lanjutin deh tidurnya, aku dan anak-anak akan ikut ibu, ibu sudah charter bus ” Tuhan hari ini membuktikan ketidak adilannya dua kali , dirinya sudah terguyur air sedingin es dan diminta kembali ke ranjangnya….
”peduli setan “ desisnya , dgn cepat disambarnya handuk dan secepat angin ia memakai baju tidurnya dan masuk ke dalam selimut hangatnya kembali.
Entah berapa lama ia tertidur sampai akhirnya ia terbangun ketika suara bel rumahnya berdentang2, dgn sumpah serapah ia melangkah ke pintu dan membuka, ternyata Suzeno suami adik iparnya berdiri sambil menggendong anak semata waygnya, mau apa anak beranak monster ini kemari pikirnya sambil mencoba tersenyum,
“Hey Bang, sorry , gini , aku mau nitip kunci, aku dan rio kerumah neneknya, Karena Sari belum pulang dari lari2 paginya jadi biar nanti dia menyusul dgn taxi saja, ini kunci rumah titip ya, makasih baaaanng ” kata Suzeno sambil menyerahkan kunci dan berlalu tanpa menunggu jawaban Abdul yg sedang ternganga.
“Tuhan tiga kali hari ini Kau menghancurkan sabtu pagiku yg berharga” desisnya..
Abdul benar-benar tidak bias tidur sejak itu, dgn gontai dinyalakan TVnya hanya ada layar biru berpendar2 dan tulisan hubungi Costumer Service TV Kabel anda untuk menyelesaikan pembayaran bulan ini
“Mengapaaaaa????” lengkingnya menyedihkan.. Dgn gontai dibukanya pintu rumahnya tujuannya hanya satu , bermalas-malasan dirumah adik iparnya,sekaligus membalas dendam dgn menghabiskan persediaan bir Suzeno di kulkas, “Aah ide yg sangat bagus”
Tak lama kemudian Abdul telah berada diruang tengah keluarga adik iparnya itu, dipandang sekitar selama beberap detik sebelum menyerbu ke pintu kulkas untuk meneguk bir dingin disana
“Hmm tidak terlalu jelek ” pikirnya sambil merebahkan pantatnya ke sofa empuk di depan tv , matanya memutari keadaan dirumah itu sebelum berhenti di foto keluarga Sari yg tergantung di dinding,pengaruh sedikit alcohol membuatnya sedikit terangsang ketika ia memandangi foto Sari,
” dgn kulit yg putih bersih , tubuh yg padat dan buah dada yg membusung dan bibirnya yg, Ah… aku terangsang sekali, seharusnya aku bisa menikmati tubuh itu juga…”
Ditepisnya bayangan itu, lalu ia beranjak dari ruang tengah ia memasuki ruang tidur, direbahkan tubuhnya ke ranjang empuk disana
“hmmm disini Sari tidur dan bercinta” dielusnya sprei halus sambil membaygkan Sari tanpa pakaian sehelaipun ditubuhnya terayun-ayun disetubuhi oleh suaminya, Abdul semakin ereksi , dibongkarnya lemari pakaian dan ia mendapati beberapa celana dalam halus milik Sari, dan sepertinya salah satunya tidak tercuci, dihirupnya kain ditangannya, aroma tubuh Sari menyeruak memasuki hidung dan menetap dikepalanya, “sungguh bau dari genital perempuan” gumamnya parau , di jilatnya celana dalam itu tepat ditengah yg diperkirakan Abdul adalah tempat kain itu bersentuhan langsung dgn Kemaluan Sari, Kemaluannya semakin keras, kemudian ia membuka celana pendeknya dan mengeluskan celana dalam itu ke kepala kemaluannya ,sungguh fantasi yg sangat menyenangkan Abdul, semua cairan bening di oleskannnya ke celana dalam itu..
“Aah ..aku bisa gila kalau begini, ” bayangan dirinya sedang bermasturbasi dgn celana dalam itu sangat menggelikan , lalu ia memutuskan untuk membatalkan niatnya menumpahkan spermanya disana. .
Abdul kembali ke ruang tengah tepat ketika pagar depan terbuka ,
“Sari datang..!!” kemaluannya mengecil kembali ke ukuran biasa sewaktu ia menyapa Sari.
“hai Mey, sorry aku masuk kedalam, dirumah tadi ,Suzeno nitip kunci dan aku mau numpang nonton TV disini”
“Ow Bang , ga papa, sekalian temenin bentar ya , aku mo beres-beres bentar lalu mandi Dulu dan nyusul Suzeno ke rumah ibunya” kata Sari riang.
Abdul menatap mata Sari yg indah, mata yg ia kagumi semenjak ia berkenalan dgn kakaknya Sari, wajah yg merona terkena matahari , dan keringat pada kaos putih olahraga itu , membuat kaos melekat ditubuhnya dgn sempurna, dgn tinggi 164 /49 dan ukuran buah dada 34D Sari lebih menyerupai dewi sex untuk Abdul saat itu,
Ketika Sari melewati Abdul , Abdul menarik nafas mencoba menghirup aroma tubuh Sari yg sedang berkeringat segar,
“Aduh baunya alami sekali…ya Tuhan ” Abdul lalu mengikuti Sari kebelakang rumah,sambil menyambar beberapa kaleng bir .
“Hm , hari ini ..sepertimana caranya aku harus berhasil menyentuh tubuhnya…bantu aku setaan” pikir Abdul,
Sambil mengawasi Sari yg sedang melakukan beberapa kegiatan beres2, Abdul mencari-cari cara terbaik.
Sari tampaknya kesulitan ketika akan menjangkau peralatan diatas lemari , Abdul tersenyum licik..”gotcha” Sari melirik memelas kepadanya
“Bang, Ambilin kursi dong”
“Mey, ga usah pakai kursi sini deh…. ” lalu Abdul melingkarkan tangannya dipantat Sari dan mengangkat tubuh Sari keatas, dgn posisi seperti itu, wajah Abdul berhadapan langsung dgn perut Sari sementara tangannya menopang pantatnya
“EEEeeh kok digendong sih” seru Sari panik,
“Udah cepetan ambil..berat nih” kata Abdul jujur, ketika tangan Sari mencoba meraih barang2 diatas,
Dibawah Abdul sedang mensyukuri apa yg terjadi pagi ini, wajahnya menempel ketat di perut Sari, dahinya bersentuhan dgn bagian bawah buah dada adik iparnya, lalu dgn pelan di geserkan mulutnya kesamping kiri dan kanan ,
“aww jangan gerak2 kepalanya Bang, geli tau” teriak Sari,
“udah , cepetaaan ” kata Abdul sambil membathin
“jangan cepat2 pleaseee…ini hanya awal” posisi sekarang ini membuat kemaluan Abdul mengeras kembali ,dgn buah dada dikepala dan perut diwajah ia merasa sedang menyetubuhi adik iparnya,
Sari.. adek ipar yg cantik Tepat waktu Sari mengangkat kedua belah tangannya , kaos putih itu ikut tertarik dan kulit putih bersih itu bersentuhan dgn bibir Abdul,
“Ooh Tuhan kutarik , keluhanku hari ini” desis Abdul dalam hati,
Dijilatnya sedikit perut itu seakan itu tidak sengaja, Abdul merasa kemaluannya sudah sangat mengeras, ia terhanyut oleh khayalannya sendiri, otaknya tak sanggup menalar norma,nafasnya kian memburu, lalu dilepaskan pegangan tangannya , dan seketika tubuh Sari meluncur kebawah,
“Aaw , gimana sih bang, kok dilepas” seru Sari kaget, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Abdul,
“Mey dengar, aku mau bicara , beri aku 5 menit untuk bicara jujur.. bila kamu ga suka, kamu hanya perlu bilang dan aku pulang, ok?” kata Abdul dgn terbata2.
Sari mengangguk bingung dan Abdul langsung menyambung
“ aku sangat suka kamu sejak kamu remaja, sejak aku kenal kamu , aku suka kamu sekarang dan kapanpun, aku mencintaimu,aku ingin hatimu.. terserah kamu mau bilang apa… yg jelas aku bisa mengatakan ini langsung ke kamu sudah cukup bagiku,… aku ga mau kamu berubah sikap ke aku setelah ini… tapi aku hanya ingin kalau kamu tau ,kalau aku cinta kamu” Abdul mengatakan dgn sungguh2 , bahkan ia heran dgn dirinya bisa mengatakan hal jujur ini ke adik iparnya,
“Boleh aku lanjutkan Mey?” kata Abdul sambil menyentuh wajah adik iparnya,
Sari memundurkan wajahnya sedikit, mencoba mencerna omongan Abdul tadi, tak pernah terpikirkan hal seperti ini akan terjadi.
“Boleh aku lanjutkan Mey” ulang Abdul, kemudian Sari mengangguk pelan ,
“Dari semua yg ingin kulakukan , tidak ada yg bisa melebihi ini..” Abdul kemudian memeluk Sari pelan, Sari berundur kebelakang sedikit tetapi tertahan tembok, Lalu Abdul mengendurkan pelukannya dan ia mengecup pipi adik iparnya itu, Sari menutup matanya ketika Abdul melakukan itu, sedikit kecemasan mulai menyelimutinya,
Abdul kemudian menarik bibirnya dari pipi adik iparnya dan memandang Mata Sari,
“ini saatnya Abdul ..Ayo !!” bisikan entah darimana berdesir di kupingnya.
Kemudian Abdul menyentuhkan bibirnya ke bibir sensual adik iparnya itu,
“Ya Tuhan , aku melakukannya” kata Abdul dalam hati, tidak ada reaksi dari Sari, lalu Abdul mulai menghisap bibir bawah adik iparnya pelan, Sari merasa sangat bingung dan penasaran , apa yg terjadi dgn kakak iparnya ini,
“Hhmmp sudah Bang” kata Sari pelan, tetapi justru ketika ia membuka bibirnya , lidah Abdul menerobos masuk , menari-nari di permukaan lidahnya, mengusik ujung lidahnya, selang 2 detik iapun membalas lidah itu,
Begitu Lidah Sari keluar dari mulutnya , Abdul seketika menghisap lidah Sari pelan dan teratur, Sari mulai merasa dirinya lemas, semua yg ada di otaknya mulai tertutup sesuatu,.
Abdul menyandarkan Sari ditembok, lalu dgn pelan ia terus menjilati dan menyedot lidah Sari,
“OOH Sari , kau milikuu” pikir Abdul liar, Tangan Abdul mulai meraba perut Sari , disibakkannya kaos putih basah itu keatas, di raba pelan gundukan buah dada kencang itu,
Kemudian Abdul menekan pelan bahu Sari sampai adik iparnya itu terduduk dilantai , dgn terus menciumi bibir Sari , Abdul membaringkan Sari di lantai belakang rumah itu, kemudian ia melepas kaos Sari keatas, Sari menggigil sewaktu Abdul melakukan hal itu , ia berbisik pelan sewaktu Abdul menciumi leher putihnya
“Jangan bang Abdul, sudah…”
Lidah Abdul menjelajahi leher Sari, kemudian giliran telinga Sari , lubang bagian dalampun tak luput dari jilatannya,
“ Adik iparku sayg, kutunjukkan betapa aku mencintaimu, betapa aku menginginkanmu” bathin Abdul..
Lidah Abdul merayapi leher kemudian ketiak Sari, seketika adik iparnya itu menggelinjang geli,
“ouugh ” desis Sari, nafasnya mulai memburu,
“Ooh Sari, aku ingin menghirup semua bau tubuhmu” bisiknya ketelinga Sari, lalu Sari mengangguk pelan,seketika itu Abdul melepas Bra Sari , sewaktu Abdul melakukan itu, hatinya berdebar,berpacu dgn keringatnya yg menetes deras, dibelainya Paha Sari sambil mengusap pelan dari luar Kemaluan Sari, dihentikannya sejenak kegiatan itu,
“Ya Tuhan , Sari cantik sekali dan sekarang kamu miliku …” bathin Abdul..
Sari tanpa bra jauh lebih membangkitkan kelelakian Abdul, buah dadanya yg indah itu menyembul begitu Bra terlepaskan, Abdul langsung menjilati putting buah dada itu bergantian kiri dan kanan , Tangan Sari meraba punggung Abdul pelan, lalu Abdul memegang tangan itu dan mengarahkan ke kemaluannya.
Abdul begitu leluasa, sejenak pikirannya melintas,
“Kunodai kamu Sari, kunodai setiap senti tubuhmu , lihat saja..”
Kemudian Abdul mulai menjilati perut Sari , sembari tangannya mengelus buah dada Sari, Lalu ia berdiri dan menanggalkan kaosnya sendiri, Sari yg terbuai dgn jilatan Abdul mulai meremas kemaluan Abdul dari Luar,
Tak sabar Abdul melolosi celana pendek Sari, celana dalam hitam itu sangat sempurna di kulit perut dan pahanya yg putih, dgn rakus Abdul menggigit dan menjilati kemaluan Sari dari luar, kemudian ia segera membuka sedikit celana dalam itu dan lidahnya menyeruak masuk kedalam kemaluan Sari,
“OOooh inilah aroma yg kuimpi2kan…ini aroma yg membuatku selalu membaygkan..inilah rasa kemaluan Sari , inilah rasa tubuh Sari ”
Pinggul Sari terangkat seirama lidah dan bibir Abdul menjilat dan menghisap klitorisnya ,Mata Sari menatap kepala Abdul yg sedang bergerak-gerak liar di selangkangannya dgn sayu
“Ya Tuhan , apa yg aku lakukan? aku tidak mau ,Tuhaan,aku tidak mauuu” jerit Sari dalam hati, tetapi suara yg keluar adalah
“Ooouuuh aaa uuuuh isshhi isssh issh” desis itu membuat Abdul bersemangat,
Lalu setelah puas menjilati seluruh paha betis dan kaki Sari , ia pun menanggalkan celananya, dan menatap tubuh adik ipar dibawah kakinya.
“Kamu harus membayar hutangmu yg membuatku menunggu selama ini Mey, kamu harus kunodai seluruh tubuhmu” bathin Abdul sambil mengarahkan kemaluannya ke mulut Sari,
Sari menggeleng sewaktu Abdul menyentuhkan kemaluannya yg telah basah ujungnya ke bibirnya, tetapi Abdul menekan kepalanya kearah dalam kemudian dgn menutup mata, Sari mulai mengulum kemaluan Abdul yg mengeras itu,Abdul benar2 terangsang melihat bibir Sari mengulum kemaluannya , hatinya sepertikan dipenuhi oleh cinta, Mata Sari yg indah itu menutup menambah sensasinya sewaktu mengulum kemaluannya,
“Ya hisap terus Mey, hisap Sari ! hisaplah kemaluanku yg kotor ini dgn bibirmu yg indah itu, ku kotori seluruh rongga mulutmu, seluruh lidah dan gigimu akan kusentuh dan kunodai dgn kemaluanku,
“ pekik Abdul dalam hati , ketika Sari mulai menghisap kemaluannya, Abdul merasa cairan bening didalam saluran kencingnya sudah masuk ke mulut Sari, lidah Sari yg bermain dikepala kemaluannya membuat kemaluan Abdul sangat mengeras ia bahkan sewaktu tak pernah membaygkan Sari sejauh ini, begitu lidah dan bibir Sari menjilati buah zakar Abdul , barulah Abdul tersadar… hatinya sangat puas,
“bibirmu sudah ternoda sayg” bathin Abdul..
“Sudah cukup, sekarang aku mau menodai tubuhmu “ desis Abdul dalam hati sambil melepaskan kemaluannya dari mulut Sari,
Lalu direntangkan paha Sari .
Sari merasa inilah saatnya harus stop, matanya terpejam mencoba berpikir, akal sehatnya harus kembali , dia tidak boleh meneruskan hali ini, dia tidak menghendakinya, Sari berpikir sepertimana bila ia berguling kesamping dan
“ouuh..ouuuhh Ba-aang”
Kemaluan Abdul ternyata lebih cepat daripada otak Sari , kemaluan Abdul telah memasuki dirinya “ja-ngaan bang” bisik Sari tak berdaya,
Abdul merasa kehangatan menyelimuti tubuhnya ketika ia memasukan semua kemaluannya kedalam kemaluan Sari, seperti ada selimut kasat mata di punggungnya, hatinya merasa sangat bahagia melihat Sari, adik iparnya yg selama ini di impikannya menyatu dgn tubuhnya, betapa bahagia melihat kemaluannya keluar masuk ke kemaluan Sari,
“Saria, tidak suka? Panggil aku Abdul saja jangan abang bila kamu ingin semua cepat berakhir” kata Abdul parau
Sari membuka matanya dan melihat lelaki yg dia hormati selama ini sedang terengah engah diatas tubuhnya
“ i—iya Abdul ..berhenti” kata Sari lirih sambil menutup mata,
Abdul semakin terangsang ketika Sari memanggil namanya, ia merasa seperti kekasih pada Sari, di percepatnya gerakan pinggulnya,
“aahhs iihhs iisss issss issss” erang Sari ia membuka kembali matanya , dan mendapati dirinya sedang terayun-ayun , ada sedikit gelombang kecil diperutnya, awal dari orgasme !
“aahh ahhh aaaah ” desisnya seirama dgn hentakan kemaluan Abdul didalam liang kemaluannya,
Abdul sangat terpesona dgn wajah adik iparnya itu, sangat seksi,kemudian ia jadi lepas kendali,
“ Sariaa, saayaangg…enaknya kemaluanmuuu, enaknya tubuhmu Maay..oohh ..kemaluanku enak Mey? kemaluanku apa rasanya??? “ cerocos Abdul,
“apa Mey? kemaluanku apa maaayyy???”
Sari merasa gelombang runtun itu menyebar dari kemaluannya ke otot perutnya..dan otot2 kaki2nya..melewati syaraf punggungnya dan mulai menyerang kepalanya… pandangannya mengabur, nafasnya terasa pendek2
“enaak Banngg enaakk..kemaluanmu enaaakk” gelombang orgasme menerpa tubuhnya, wajahnya terasa tertiup hawa panas..
Demi mendengar suara Sari berkata begitu Abdul tidak dapat menahan lebih lama lagi , dipercepatnya gerakan pinggulnya dgn kasar, “ooouuh Sari…kemaluanmuuuuu milikuuuu” croooooott croooottttttt beberapa kali Abdul menumpahkan spermanya ke dalam kemaluan Sari , setiap semprotan dari kemaluannya selalu dibarengi oleh pikiran
“kunodai Sariaa…kunodai adik iparkuuu”
Kaki Sari terlipat kaku di pinggang Abdul sewaktu orgasme terakhir menerpanya dan Abdul menanamkan kemaluannya dalam2…”Sari terimalah spermakuuu…. kubasahi seluruh liangmuu ..sampailah spermaku ke rahim mu maayy” bathinnya
Ketika nafas keduanya mulai teratur, Abdul melihat Sari tersenyum sayu, mata indah itu membuat kemaluannya sedikit bergetar kembali,”Cukup” pikirnya ,”tubuhmu sudah ternodai, sudah kukotori ”
Abdul bangkit dan memakai celana pendeknya , sambil berbisik ke Sari
“sebentar Mey , jangan berpakaian Dulu, aku harus kerumah untuk mengunci pintu nanti aku kembali”
Sari mengangguk lemah sambil tersenyum,
Kemudian Abdul segera melesat keruang makan, menyambar 2 kaleng bir dari kulkas, dan setengah berlari kerumahnya,
Didepan rumahnya sendiri ia membuka sekaleng bir, menenggaknya sekaligus dan melirik keatas sambil mengacungkan jempol ..
Tidur Dengan Cewek Idaman



Awal hubungan ini bermula dari perkenalan kami di sebuah perusahaan tempat dia bekerja dengan posisi staff SDM, jadi semua hal yang berurusahan dengan SDM harus melalui dia. Dia bernama Rivania, seorang perempuan yang mendekati sempurna, wajah cantik, kulit putih bersih, hidung mancung dengan tatapan mata yang lembut namun mengandung misteri yang dalam.
Tubuhnya tinggi semampai namun padat berisi dengan dada yang membusung, pinggul dan pantat bulat padat dibalut pakaian kerja yang sopan tapi justru terlihat seksi. Dan tak bisa kututupi rasa kagumku saat itu ketika pertama melihat dia. Dan rasanya cukuplah dalam khayalan saja bisa kudapatkan wanita seperti itu.
“Nama saya Dion,” kataku siang itu memperkenalkan diri.
Saya datang untuk menawarkan suatu proposal yang berisi penjajakan kerja sama antar perusahaan kami. Setelah memberi penjelasan sedetail mungkin, kemudian kami membuat janji pertemuan berikutnya degan menghadirkan antara pimpinan kami untuk membahas lebih serius kerja sama tersebut karena wewenangku hanya sampai disitu begitu juga dengan dia.
Dalam presentasi perusahaan kami di perusahaan dia, kami duduk berseberangan persis berhadapan. Dia mendampingi pimpinannya dan demikian juga aku. Benturan mata tak dapat dihindarkan diantara kami. Dan jujur saja, saya tidak menyimak apa yang diterangkan bossku saat itu. Memandangi wajahnya jauh lebih indah rasanya dari 
membuat aku seolah sedang tenggelam dalam mata air yang bening, sejuk merasuk sampai ke tulang sumsum ku. Demikianlah sampai pertemuan itu ditutup dan akan ada pertemuan selanjutnya untuk penandatanganan dan ranah tamah.
Setelah selasai penandatanganan perjanjian, dilanjutkan dengan acara ramah tamah yang bersifat semi formal. Kali ini kami duduk bersebelahan. Sambil mendengar sambutan-sambutan dari boss-boss kami. Dengan suasana hikmat dan tenang yang sangat membosankan buatku saat itu karena bagaimanapun saya ingin memanfaatkan kesempatan itu ngobrol dengan dia. Akhirnya kutemukan cara ngobrol tanpa mengeluarkan kata-kata
Dengan jantung berdetak kencang, kusodorkan kertas kecil yang berisikan.
“Mbak membuatku tidak tahan untuk berkenalan lebih dalam”.
Dengan tenang dia membaca tanpa ekspresi. Kemudian membalasnya yang membuatku harap-harap cemas akan apa yang ditulisnya.
“Mau kenal apanya lagi?” tanyanya.
“Status?” tanyaku masih dalam kertas yang sama, jadi seperti layaknya chating.
“Sudah punya anak satu” tulisnya lagi.
“Tapi Mbak sangat menggoda hatiku sejak pertama ketemu”.
” Aku sudah punya suami lho”.
“Aku nggak perduli, bila masih mungkin, sedikit saja kuminta ruang di hatimu” kataku dengan berani.
“Kamu nekat sekali, umurmu berapa?” tanyanya.
“Dua puluh lima”jawabku.
“Berarti kita beda lima tahun” katanya.
“Gimana Mbak, aku akan mengerti posisimu nanti dan tidak menuntut berlebihan” desakku lagi karena kulihat ada peluang walau hanya sedikit.
“Santai aja dulu, jangan buru-buru” jawabnya lagi.
“Oke, aku ngerti, tapi aku sangat berharap lho”.
“Sudah ya, nanti ketahuan” katanya.
“Robek kertasnya, nanti ketahuan” bisikku.
“Biar aja kusimpan” balasnya lagi.
“Ntar dilihat suamimu gimana?”.
“Tenang aja deh,” katanya sambil tersenyum dan kubalas dengan kedipan mata.
Tak terlukiskan bagaimana rasanya bahagianya hatiku saat itu, Sama sekali tak nyangka bakal mendapatkan wanita yang luar biasa dalam hidupku. Walau sudah bersuami tetapi aku merasa dia paling hebat dari semua wanita yang pernah kupacari sejak SMP dulu yang entah sudah berapa puluh wanita walau tak satupun yang kusetubuhi. Karena prinsipku sangat kuat untuk melakukannya saat malam pertama nanti.
Malam ini tiba-tiba ada SMS masuk di HP ku. Dan aku sangat surprise dapat SMS dari dia. Setelah balas-balasan kami sepakat bertemu sabtu siang di kawasan blok M. Aku langsung tidur agar cepat-cepat datang sabtu. Rasanya dalam diri wanita ini kurasakan suatu tantangan yang sangat besar untuk menaklukkannya. Mungkin karena baru kali ini aku menjalin hubungan dengan seorang yang telah bersuami.
Tiba hari sabtu kami akhirnya bertemu. Sangat kikuk dan bingung, itulah yang terjadi saat itu. Bahkan ketika makan pun rasanya tak nyaman. Dan dia pun begitu. Dari sana kuketahui dia juga baru pertama itu nyerempet bahaya dari perkawinannya. Tapi dia menginginkannya, katanya.
Tak tahu harus kemana, untuk menghabiskan waktu, kami nonton. Di dalam bioskop mulai kuremas tangannya ketika film berjalan 15 menit. Dia membalas meremas jemariku. Kucoba meraba pahanya, tapi dia tepiskan dengan pelan. Tak habis akal, kudekatkan wajahku untuk mencium bibirnya, lagi-lagi dia menghindar. Kucium lagi dan kali ini dia ngasih pipinya.
Kucoba tarik tangannya ke pahaku. Dia tidak menolak. Malah dia usap-usap dengan lembut pahaku sampai ke pangkal. Lama-lama dia mengusap gundukan di celana jeans ku. Diremas-remas penisku yang sudah tegang. Aku heran kenapa justru dia yang jadi berani. Tapi biarlah peduli amat, pikirku. Sementara tangannya mengusap-usap penisku dari luar, aku mulai meraba pahanya yang saat itu dia pakai rok.
Begitu lembut membuat jantungku berdesir, ingin rasanya kujilati centi demi centi paha yang mulus itu. Kuarahkan tanganku menuju selangkangannya dan hendak meraba vaginanya, tapi belum sampai tersentuh, dia menjepit tanganku dengan pahanya dan menggelengkan kepalanya.
Aku tidak memaksa dan kutarik lagi tanganku. Tapi tangannya masih tetap mengusap-usap batang zakarku dari luar. Akhirnya kami pulang dengan sejuta kesan di hati. Malamnya dia kembali mengirim SMS. Katanya dia rindu.
“Aku juga rindu kamu, rasanya aku ingin mencumbumu,” balasku.
“Kapan itu kamu wujudkan?” katanya lagi.
“Kapan kamu siap?” balik kutanya.
“Bagaimana kalau Selasa?” katanya.
“Emang suamimu nggak akan curiga?”
“Dari siang sampai sore aja,” katanya.
“Dimana?”
“Nanti kukasih tahu” katanya.
Selasa tiba, dia menyuruhku menemuinya di sebuah kamar hotel di sekitar Jakarta Timur. Kuketuk pintu yang dia maksud dan dia muncul dengan pakaian kerja yang masih lengkap karena dia juga baru tiba, katanya. Seperti biasa kami masih agak kikuk, maklumlah baru saling pengenalan.
Setelah berbasa-basi, kami saling berpandangan dan duduk di tempat tidur yang empuk. Tak nyangka bakal bisa berduaan dengan wanita sempurna seperti dia bahkan mungkin sebentar lagi akan lebih lagi. Kuraih tangannya dan dia menurut.
Kucium tangannya sambil memandang matanya yang juga memandang mataku. Pelan kusentuh rambut di atas telinganya, dia diam saja. Kudekatkan wajahku ke wajahnya, tercium aroma tubuhnya yang sangat harum. Dengan jantung berdebar kukecup keningnya, turun ke kedua matanya bergantian. Dia masih diam saja kucium hidungnya dan perlahan turun ke bibirnya.
Sedikit kaget disaat bibirku menyentuh bibirnya, bibirku langsung tersedot oleh bibirnya. Dia memasukkan lidahnya menjelajahi setiap rongga mulutku dan menyedot lidahku sampai aku kelabakan mengimbanginya. Tangannya berada di belakang kepalaku seolah tak mau melepaskan mulutku dari mulutnya.
Sambil terus melumat mulutku dia rebahkan tubuhnya ke tempat tidur sehingga otomatis tubuhku ikut menindih tubuhnya. Aku merasa bersemangat dapat menaklukkan sesuatu yang besar dari kemampuanku sendiri, aku begitu merasa gagah dan kuat ketika menindih tubuhnya.
Kuimbangi sedotannya dengan menyedot lidahnya yang membuatnya mengterang lirih. Lama saling berpagutan, kualihkan ciumanku menjelajahi pangkal telinganya dan turun ke leher. Kutarik tanganku dan kupindahkan ke tonjolan di dadanya. Dengan mesra kuremas dadanya.
“Ohh.. Akhh..” dia mulai mengerang semakin membusungkan dadanya ke atas.
Kuturunkan ciumanku sampai kebelahan dadanya dan berusaha memasuki dadanya tanpa membuka pakainya. Lidahku menari-nari didadanya sepanjang yang dapat dijangkau. Tapi yang dapat dijangkau lidahku hanya setengah dari gundukan buah dadanya yang tidak tertutup.
Tak sabar menerima perlakuanku, dia sendiri membuka kancing bajunya dengan satu tangan sementara yang satunya masih menekan kepalaku ke dadanya. Bajunya terbuka tinggal BH nya yang berwarna krem. Mataku terbelalak menyaksikan mulusnya dadanya dan besarnya ternyata melebihi perkiraanku, yang pasti BH 36B tak muat menampung buah dadanya,
hal ini sangat kupahami karena begitu banyaknya buah dada wanita yang telah kusedot. Sedikit buru-buru, kugusuk penutu BH nya ke atas, muncullah puting susunya sebesar jari kelingking yang masih rapi bentuknya. Mulutku langsung menyambutnya dengan sedotan yang kuat dan ketat.
“Auuwww.. Akhh,” erangnya sambil tangannya semakin kuat menekan kepalaku sampai hidungku tersumbat oleh buah dadanya sendiri. Mulutku menghisap puting susunya yang kanan, sementara tangan kananku memilin puting susunya yang kiri dan tangan kiriku menuju gundukan vaginanya yang masih terbungkus roknya. Bergantian kusedoti puting susunya. Lidahku menari-nari semua buah dadanya sampai basah.
“Okhh. terus.. Yang lama ya.. Aku mau yang lama..” katanya mengerang kenikmatan.
“Ayoohh. Ambil semuanya.. Sekarang ini milikmu. Ayoohh. Ambil..” dia meracau dan dadanya semakin membusung dan tegang.
Sementara pinggulnya dia angkat semakin tinggi menyambut remasan tanganku di vaginanya. Batang zakarku yang tegang juga ikut menekan tonjolan vaginanya dari luar. Kurasakan tangannya menjalar ke bawah menuju tonjolan diselangkanganku yang dari tadi dia rasakan menekan vaginanya. Seperti gemas banget dia remas batang zakarku dengan kuatnya.
Puas bermain di buah dadanya, jilatanku turun ke bawah dan sampai ke perut mengitari pusarnya. Dia semakin kegelian. Jilatanku terus merambat ke bawah pusarnya sambil membuka rok kerjanya. Setelah terbuka, tampaklah gundukan vaginanya yang tebal dan basah tepat di atas lubang vaginanya, jatungku semakin berdegub kencan menyaksikan dua batang paha yang mulus dengan gundukan vagina yang mencuat ke atas dan berputar tak menentu.
Kuselip-selipkan lidahku berusaha memasuki bagian atas vaginanya tanpa membuka celana dalamnya terlebih dahulu. Tentu saja membuat dia tak sabar. Dengan posisi tubuhku saat ini bertentangan dengan tubuhnya, dimana wajahku menghadap selangkangannya dan wajahnya juga di selangkanganku.
“Ayoohh Mas.. Ambil aja semua.. Cepatan.. Akhh..” erangnya semantara gerakan pinggulnya semakin liar, berputar dan menghentak-hentak ke mulutku.
Perlahan kuintip vaginanya dari atas dengan membuka sedikit celana dalamnya yang sudah basah terutama tepat dengan lubang vaginanya.. Samar-samar kulihat bentuk vagina yang mengembang tebal dengan bulu-bulu yang tipis dan teratur rapi. Akhirnya tak sabar lagi kupelorotkan celana dalamnya sampai terbukalah vaginanya dengan utuh.
“Ooohh,” erangku manakala melihat bentuk vaginanya dengan utuh yang ternyata jauh lebih indah dari yang kubayangkan. Kupandangi lama. Karena pinggulnya dia angkat ke atas membuat vaginanya semakin cembung dan menantang dengan klitoris yang menonjol melewati kedua bibir vaginanya.
Perlahan kujulurkan lidahku menyentuh klitoris yang menonjol itu, reaksinya sangat spontan langsung menghentak sampai berbenturan dengan mulutku. Dengan lidah yang lebih panjang, kujilat vaginanya dari klitorisnya sampai ke bawah yakni ke lubang vaginanya dekat dengan lubang anusnya. Demikian kusuapkan lidahku berulang-ulang yamg membuat hentakannya semakin cepat dan vaginanya semakin mengembang.
“Oohh.. Terus sayang.. Ambil semuanya.. Ayohh.. Ambill..” erangnya terus sementara tangannya berusaha membuka celanaku dan akhirnya mendapatkan kontolku. Dia remas-remas dengan tidak terkontrol membuat aku kaget. Setelah dikocok-kocok, akhirnya dia masukkan ke mulutnya membuat aku merasa nyaman dengan kelembutan mulutnya.
Kukulum bibir vaginanya, kusedot klitorisnya berulang-ulang. Kucoba memasukkan lidahku ke lubang vaginanya yang sudah sangat basah. Tidak tahan kuperlakukan demikian berulang-ulang membuat pantatnya naik turun dengan lidahku masuk ke lubang vaginanya.
“Ooohh tuhan.. Enak banget.. Akhh.. Aku nggak tahan lagii..” dia semakin meracau dengan hentakan pantatnya yang semakin liar dan kulumannya dengan batang zakarku semakin kuat.
“Ookhh.. Aku nggak tahan lagi.. Akhh..” jeritnya dengan kuat, pahanya tiba-tiba menjepit kepalaku dan tiba-tiba kurasakan lubang vaginanya berkontraksi, berdenyut-denyut dan akhirnya nyemprot cairan kental dari lubang vaginanya membasahi lidah dan bibirku yang tidak sempat kucabut karena jepitan pahanya sangat kuat. Sementara penisku dia sedot dengan kuat.
Perlahan dia melepaskan jepitan pahanya dan kulumannya di penisku. Dia terlentang lemas dengan mata tertutup. Pahanya terlentang sehingga vaginanya terlihat jelas membuka dan sangat basah dan juga tangannya terlatang lebar menikmati orgasmenya yang luar biasa seolah aku tak ada disanaAGEN POKER BANDAR CEME AGEN DOMINO BANDARQ ONLINE AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA BANDAR POKER ONLINE ADUQ ONLINEAgen Poker